Kehadiran BPI Danantara dalam rapat OJK dan BEI dengan MSCI, apa itu? Maka harus ada pertanyaan. Pasalnya, pertemuan ini membahas perkembangan terbaru menyusul catatan pasar Indonesia oleh MSCI.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan peran lembaganya dalam pertemuan yang berlangsung sore ini. Menurutnya, BPI hanya mewakili perspektif investor langsung di pasar dan hadir sebagai penonton. Yang akan menggelar rapat dengan MSCI adalah regulator, yaitu OJK dan BEI.
Pandu mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menonton saja, tidak ikut berbicara. "Ya nanti kan saya hanya ngikutin aja, nonton aja disini. Yang nanti yang meeting adalah IDX," katanya. Namun, kehadiran BPI dimaksudkan untuk memberikan sudut pandang praktis dari pelaku pasar.
Pandu menyebutkan alasan fundamental yang mendukung pasar Indonesia. Ia mengatakan bahwa ekonomi Indonesia bagus dan nilai saham di Indonesia sangat menarik. Ia juga memberikan apresiasi terhadap respons cepat regulator Indonesia dalam menangani isu ini.
"Kalau mungkin lihat ada beberapa broker pagi ini merilis membicarakan bahwa apa yang dilakukan baik oleh bursa, regulator ini sangat cepat loh. Karena barusan hari Rabu kemarin keluar (pernyataan MSCI), lihat perubahan yang terjadi hanya dalam waktu 5 hari termasuk hari Sabtu dan Minggu, hari kerja buat semua disini," paparnya.
Lebih lanjut, Pandu menekankan keseriusan pihak regulator dalam memenuhi catatan perbaikan yang diberikan oleh MSCI. Mulai dari keterbukaan data pemilik saham hingga aturan free float minimal 15 persen sesuai standar global.
"Dan sekarang saya tahu dari timnya IDX sudah sangat cepat menyiapkan step-step yang akan dilakukan. Jadi ya ini sangat serius kok yang dilakukan oleh semua. Dan ini bagian dari reformasi dari sisi pasar modal Indonesia," tuturnya.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan peran lembaganya dalam pertemuan yang berlangsung sore ini. Menurutnya, BPI hanya mewakili perspektif investor langsung di pasar dan hadir sebagai penonton. Yang akan menggelar rapat dengan MSCI adalah regulator, yaitu OJK dan BEI.
Pandu mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menonton saja, tidak ikut berbicara. "Ya nanti kan saya hanya ngikutin aja, nonton aja disini. Yang nanti yang meeting adalah IDX," katanya. Namun, kehadiran BPI dimaksudkan untuk memberikan sudut pandang praktis dari pelaku pasar.
Pandu menyebutkan alasan fundamental yang mendukung pasar Indonesia. Ia mengatakan bahwa ekonomi Indonesia bagus dan nilai saham di Indonesia sangat menarik. Ia juga memberikan apresiasi terhadap respons cepat regulator Indonesia dalam menangani isu ini.
"Kalau mungkin lihat ada beberapa broker pagi ini merilis membicarakan bahwa apa yang dilakukan baik oleh bursa, regulator ini sangat cepat loh. Karena barusan hari Rabu kemarin keluar (pernyataan MSCI), lihat perubahan yang terjadi hanya dalam waktu 5 hari termasuk hari Sabtu dan Minggu, hari kerja buat semua disini," paparnya.
Lebih lanjut, Pandu menekankan keseriusan pihak regulator dalam memenuhi catatan perbaikan yang diberikan oleh MSCI. Mulai dari keterbukaan data pemilik saham hingga aturan free float minimal 15 persen sesuai standar global.
"Dan sekarang saya tahu dari timnya IDX sudah sangat cepat menyiapkan step-step yang akan dilakukan. Jadi ya ini sangat serius kok yang dilakukan oleh semua. Dan ini bagian dari reformasi dari sisi pasar modal Indonesia," tuturnya.