Dilansir dari tirto.id, Danantara punya kemungkinan untuk menerbitkan serinya Patriot Bond lanjutan. Hal ini terjadi karena tingginya minat pasar terhadap instrumen investasi yang ditujukan untuk membiayai proyek-strategis nasional.
Manajer Utama Treasury Danantara, Ali Setiawan, mengingatkan bahwa penerbitan Patriot Bond bersifat private placement dan bukan penawaran umum kepada publik. Meski demikian, ia menyatakan terbuka untuk menerbitkan serinya kembali jika ada minat yang besar dari perusahaan-perusahaan yang berminat.
Keputusan untuk menerbitkan serinya baru sangat bergantung pada respons dan permintaan dari pihak-pihak tersebut. Ali juga menyebutkan bahwa sebelumnya, Patriot Bond telah terserap seluruhnya, mencapai target Rp 50 triliun. Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Danantara, Rosan P. Roeslani.
Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group) dan Grup Djarum pun turut berpartisipasi dalam obligasi negara ini. Konfirmasi serupa juga disampaikan oleh CIO Danantara, Pandu Sjahrir, yang menyebut minat serupa datang dari Garibaldi 'Boy' Thohir (Alam Tri Group) dan Franky Widjaja (Sinar Mas Group).
Manajer Utama Treasury Danantara, Ali Setiawan, mengingatkan bahwa penerbitan Patriot Bond bersifat private placement dan bukan penawaran umum kepada publik. Meski demikian, ia menyatakan terbuka untuk menerbitkan serinya kembali jika ada minat yang besar dari perusahaan-perusahaan yang berminat.
Keputusan untuk menerbitkan serinya baru sangat bergantung pada respons dan permintaan dari pihak-pihak tersebut. Ali juga menyebutkan bahwa sebelumnya, Patriot Bond telah terserap seluruhnya, mencapai target Rp 50 triliun. Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Danantara, Rosan P. Roeslani.
Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group) dan Grup Djarum pun turut berpartisipasi dalam obligasi negara ini. Konfirmasi serupa juga disampaikan oleh CIO Danantara, Pandu Sjahrir, yang menyebut minat serupa datang dari Garibaldi 'Boy' Thohir (Alam Tri Group) dan Franky Widjaja (Sinar Mas Group).