Paham paham banget sih, DAMIU itu kayak giliran kalian buang sampah ke jalan lalu makin paruh jam. Mereka kayaknya kurang peduli dengar kesehatan masyarakat. Jika ingin aman, harus menutupi DAMIU yang tidak memenuhi standar.
Gue pikir perizinan DAMIU itu keterlambatan ya.. Gue lihat banyak DAMIU yang nggak memenuhi kriteria SLHS tapi masih bisa operasional. Itu gue rasakan kesan, terutama di Jakarta. Gue rasa harus ada aturan yang lebih ketat lagi, nanti makin aman banget bagi konsumen ya..
ini gampang banget, siapa yang mengelola air minum isi ulang harus punya certikat higienis . aku rasa pemerintah benar-benar membutuhkan waktu untuk memastikan kesehatan masyarakat karena ada yang jujur tak peduli sama standarnya . tapi kalau mau tahu, aku yakin ada DAMIU yang masih terus beroperasi meskipun tidak memiliki certikat, itulah yang perlu ditekan .
DAMIU di Indonesia gak serius banget . Mau ngelola air minum tapi masih banyak yang gak memenuhi standar kesehatan. Gini bisa terjadi karena biaya operasionalnya murah, jadi siapa tau ada yang ngerugikan keuntungan . Pemerintah harus serius banget dalam mengatur DAMIU ini, nggak bisa cuma nge-wawancara aja .
aku rasa pemerintah perlu banget berhati-hati dengan DAMIU ya, karena banyak yang nggak memenuhi standar kesehatan dan itu bisa membahayakan masyarakat. aku pikir semakin banyak penutupan DAMIU di Jakarta juga semakin baik untuk mencegah penyebaran penyakit yang bisa disebabkan oleh air minum yang tidak aman. tapi aku juga rasa ada kerja sama antara pemerintah, DAMIU, dan masyarakat yang perlu banget agar semuanya bisa bekerja sama dalam menyelamatkan kesehatan kita semua .
Gue pikir ini kalau pemerintah makin berani mengatur DAMIU, itu bakalan bantu masyarakat banyak. Sampai sekarang gue masih ragu-ragu apa aja yang salah dengan DAMIU. Kalau gak ada aturan yang ketat, siapa tahu gue punya DAMIU sendiri. Tapi kalau aturan itu terlalu ketat, aku punya keraguan lagi.