Berikut 10 negara yang masih menanggung utang besar kepada IMF, dengan total utang ratusan miliar dolar AS. Keberlanjutan pembayaran dan pengelolaan fiskal menjadi tantangan bagi negara-negara peminjam ini.
1. Yunani - Utang Rp 4.300 Triliun
2. Sukue Yunani yang besar ini masih dihadapi oleh seluruh negara Grup Eropa. Pemerintah Yunani terus membatalkan rencana pembayaran utangnya kepada IMF dan Bank Dunia.
3. Venezuela - Utang Rp 343 Triliun
4. Venezuela tetap menjadi salah satu negara dengan utang besar, meskipun telah mengalami krisis ekonomi yang parah.
5. Sudan - Utang Rp 245 Triliun
6. Sudan masih menanggung utang besar kepada IMF dan Bank Dunia, namun telah memulai upaya pengelolaan fiskal yang lebih baik.
7. Pakistan - Utang Rp 234 Triliun
8. Pakistan telah meminta bantuan keuangan dari IMF untuk membantu mengatasi krisis ekonomi yang dihadapi negara ini.
9. Peru - Utang Rp 154 Triliun
10. Peru telah memulai upaya pengelolaan fiskal yang lebih baik, namun masih menanggung utang besar kepada IMF dan Bank Dunia.
Dengan demikian, keberlanjutan pembayaran dan pengelolaan fiskal menjadi tantangan utama bagi negara-negara peminjam ini.
1. Yunani - Utang Rp 4.300 Triliun
2. Sukue Yunani yang besar ini masih dihadapi oleh seluruh negara Grup Eropa. Pemerintah Yunani terus membatalkan rencana pembayaran utangnya kepada IMF dan Bank Dunia.
3. Venezuela - Utang Rp 343 Triliun
4. Venezuela tetap menjadi salah satu negara dengan utang besar, meskipun telah mengalami krisis ekonomi yang parah.
5. Sudan - Utang Rp 245 Triliun
6. Sudan masih menanggung utang besar kepada IMF dan Bank Dunia, namun telah memulai upaya pengelolaan fiskal yang lebih baik.
7. Pakistan - Utang Rp 234 Triliun
8. Pakistan telah meminta bantuan keuangan dari IMF untuk membantu mengatasi krisis ekonomi yang dihadapi negara ini.
9. Peru - Utang Rp 154 Triliun
10. Peru telah memulai upaya pengelolaan fiskal yang lebih baik, namun masih menanggung utang besar kepada IMF dan Bank Dunia.
Dengan demikian, keberlanjutan pembayaran dan pengelolaan fiskal menjadi tantangan utama bagi negara-negara peminjam ini.