Kemacetan akibat banjir menggenangi kawasan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Penumpang Transjakarta terpaksa turun dari bus dan menaiki truk karena kemacetan yang parah di area tersebut. Beberapa penumpang juga memilih untuk berjalan kaki, sementara yang lain lagi menyeberang dan berjalan kaki di trotoar.
Fida, seorang karyawan swasta, mengaku harus berjalan kaki sejauh 2,3 kilometer karena mengejar waktu agar bisa tiba di kantornya. Dia memilih jalan kaki untuk menghindari titik-titik kemacetan dan banjir yang terjadi di sepanjang jalur busway dari Halte Jembatan Gantung hingga Halte Jembatan Baru.
"Jalan dari ujung, Jembatan Gantung sampai sini. Hampir 30 menitlah kayaknya, soalnya enggak jalan-jalan sama sekali busnya," kata Fida di depan Halte Transjakarta Jembatan Baru.
Fida mengaku berjalan kaki bersama beberapa penumpang lainnya menerobos banjir dan kemacetan. Dia juga menyebutkan bahwa trotoar banyak motor yang naik, sehingga jalan kaki sangat susah.
Kemacetan lalu lintas yang parah di Daan Mogot ini disebabkan oleh banyak sepeda motor yang melawan arus untuk menghindari banjir. Namun, karena kedua jalur Jalan Daan Mogot sama-sama tergenang dan tak bisa dilintasi, para pengendara roda dua harus melawan arus.
"Yang bikin macet karena motor banyak melawan arah," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Natasha Yudhasoka. "Menghindari banjir, padahal dari dua sisi pun sama banjir dan bisa dilalui semua."
Sekarang, kata dia, personel kepolisian telah bisa mengurai kemacetan sehingga setidaknya kendaraan roda dua sudah bisa melintas.
Fida, seorang karyawan swasta, mengaku harus berjalan kaki sejauh 2,3 kilometer karena mengejar waktu agar bisa tiba di kantornya. Dia memilih jalan kaki untuk menghindari titik-titik kemacetan dan banjir yang terjadi di sepanjang jalur busway dari Halte Jembatan Gantung hingga Halte Jembatan Baru.
"Jalan dari ujung, Jembatan Gantung sampai sini. Hampir 30 menitlah kayaknya, soalnya enggak jalan-jalan sama sekali busnya," kata Fida di depan Halte Transjakarta Jembatan Baru.
Fida mengaku berjalan kaki bersama beberapa penumpang lainnya menerobos banjir dan kemacetan. Dia juga menyebutkan bahwa trotoar banyak motor yang naik, sehingga jalan kaki sangat susah.
Kemacetan lalu lintas yang parah di Daan Mogot ini disebabkan oleh banyak sepeda motor yang melawan arus untuk menghindari banjir. Namun, karena kedua jalur Jalan Daan Mogot sama-sama tergenang dan tak bisa dilintasi, para pengendara roda dua harus melawan arus.
"Yang bikin macet karena motor banyak melawan arah," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Natasha Yudhasoka. "Menghindari banjir, padahal dari dua sisi pun sama banjir dan bisa dilalui semua."
Sekarang, kata dia, personel kepolisian telah bisa mengurai kemacetan sehingga setidaknya kendaraan roda dua sudah bisa melintas.