"Curhat Ezra Walian: Membela Timnas Indonesia Tak Pernah Menyesal"
Pemain Persik Kediri, Ezra Walian, menyampaikan kesempatan istimewa untuk berbicara di podcast resmi Ajax Amsterdam. Dalam perbincangan tersebut, Ezra menegaskan bahwa pilihannya membela Timnas Indonesia tidak pernah menyisakan penyesalan sedikit pun.
Ezra yang saat ini masih memegang status Warga Negara Indonesia (WNI) sejak 18 Mei 2017, menuturkan bahwa keputusannya untuk membela Timnas Indonesia itu adalah langkah luar biasa bagi dirinya. Meski harus meninggalkan kenyamanan sepak bola Eropa, Ezra tidak memiliki satu pun momen penyesalan.
Dalam podcast tersebut, Ezra juga mengenang masa-masa awal kariernya bersama Ajax. Klub raksasa Belanda itu bukan sekadar tempat berlatih, melainkan bagian penting dari perjalanan hidupnya. Ia masih mengingat momen ketika Ajax mengajaknya bergabung ke akademi dan saat itu menjadi mimpi yang jadi kenyataan.
Ezra juga menyebut sejumlah nama besar yang pernah menjadi rekan setimnya dan kini bersinar di level tertinggi sepak bola Eropa. Meski kariernya berlanjut di Indonesia bersama Persik Kediri, Ezra tetap memegang satu prinsip: keputusan membela Timnas Indonesia adalah pilihan hidup yang ia banggakan.
Ezra Walian, 28 tahun, menjadi contoh bagus bagi generasi muda yang ingin membela Timnas Indonesia. Dengan kesediaan dan dedikasi yang tinggi, Ezra menunjukkan bahwa pilihannya membela Timnas Indonesia adalah keputusan hidup yang tidak pernah menyisakan penyesalan.
Pemain Persik Kediri, Ezra Walian, menyampaikan kesempatan istimewa untuk berbicara di podcast resmi Ajax Amsterdam. Dalam perbincangan tersebut, Ezra menegaskan bahwa pilihannya membela Timnas Indonesia tidak pernah menyisakan penyesalan sedikit pun.
Ezra yang saat ini masih memegang status Warga Negara Indonesia (WNI) sejak 18 Mei 2017, menuturkan bahwa keputusannya untuk membela Timnas Indonesia itu adalah langkah luar biasa bagi dirinya. Meski harus meninggalkan kenyamanan sepak bola Eropa, Ezra tidak memiliki satu pun momen penyesalan.
Dalam podcast tersebut, Ezra juga mengenang masa-masa awal kariernya bersama Ajax. Klub raksasa Belanda itu bukan sekadar tempat berlatih, melainkan bagian penting dari perjalanan hidupnya. Ia masih mengingat momen ketika Ajax mengajaknya bergabung ke akademi dan saat itu menjadi mimpi yang jadi kenyataan.
Ezra juga menyebut sejumlah nama besar yang pernah menjadi rekan setimnya dan kini bersinar di level tertinggi sepak bola Eropa. Meski kariernya berlanjut di Indonesia bersama Persik Kediri, Ezra tetap memegang satu prinsip: keputusan membela Timnas Indonesia adalah pilihan hidup yang ia banggakan.
Ezra Walian, 28 tahun, menjadi contoh bagus bagi generasi muda yang ingin membela Timnas Indonesia. Dengan kesediaan dan dedikasi yang tinggi, Ezra menunjukkan bahwa pilihannya membela Timnas Indonesia adalah keputusan hidup yang tidak pernah menyisakan penyesalan.