Cerita Penjual Mi Ayam di Mangga Dua Terjang Banjir demi Tetap Jualan

Mangga Dua Raya Jakbar terkena dampak banjir akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak dini hari. Para pedagang kaki lima di Jalan Mangga Dua Raya terpaksa berjualan di tengah-tengah air yang menggenang, bahkan tidak ada yang keberatan untuk meninggalkan tempat kerjanya.

Juned (65), pedagang mi ayam di Jalan Mangga Dua Dalam, mengatakan bahwa banjir mulai terjadi pada pukul 08.00 WIB saat ia berangkat dari rumahnya di Pademangan, Jakarta Utara. Ia menyebutkan bahwa hujan tidak terlalu gede, namun tetap terus-terusan, sehingga membuat air di kawasan tersebut naik tinggi.

"Banjir-banjir jam delapan, aku punya masalah banyak penumpang yang tak mau pulang," kata Juned kepada wartawan. Ia berharap banjir bisa segera surut sehingga dia dapat berjualan dengan lebih mudah.

Sementara itu, Fahmi (50), juru parkir di kawasan Mangga Dua, menceritakan bahwa banjir mulai terjadi pada pukul 05.30 WIB. Ia menyebutkan bahwa hujan menggenang dan membuat air di kawasan tersebut naik tinggi.

"Tingginya banjir sekitar 20 cm, tapi setelah curah hujan makin bertambah, tinggi banjir pun bertambah sampai 60 cm," kata Fahmi. Dia juga menyebutkan bahwa jumlah motor yang parkir di lapaknya menurun drastis lantaran banyaknya karyawan yang tidak masuk kerja imbas banjir.

Meski begitu, Fahmi bersyukur karena masih membawa pulang uang untuk keluarganya. "Yang penting masih bisa bawa uang pulang ke rumah buat istri buat anak," kata Fahmi.
 
Banget ya, banjir di Mangga Dua RayaJakbar! ๐ŸŒช๏ธ air genang hingga kaki lima pedagang harus berjualan di tengah-tengah air ๐Ÿ˜ญ. Saya harap banjir bisa surut cepat-cepat, supaya masyarakat tidak terlalu kesulitan. Rasa sayang ya dengan para penjual mi ayam dan juru parkir yang harus lewati kesulitan ini ๐Ÿค—.
 
Pikiran saya kalau banjir ini udah terjadi sejak pagi hari, masyarakatnya udh pasti terburu-buru bangun, jadi apa lagi yang harus diharapkan? kayaknya orang-orang ini udh lulus sambil-mandilah, gini banget. tapi kayaknya ada baiknya banjir surut cepat aja, jangan sampai motor Fahmi parkirannya ikut tergenang juga ๐Ÿ˜‚
 
Banjir di Mangga Dua Raya Jakbar memang terasa berat untuk para pedagang kaki lima, tapi jangan sampai kita lupa bahwa hujan itu pasti datang tanpa disadari sih... Mereka punya masalah banyak penumpang yang tak mau pulang jam delapan, kayaknya perlu ada solusi cepat ya...
 
Air banget di Mangga Dua Raya Jakbar, nggak enak banget kawasannya ๐ŸŒŠ. Pedagang-pedagang harus jalan di tengah-tengah air, kayak kayak kayak gitu. Banjir terus-terusan, hujan tidak terlalu gede tapi tetap sampe banjir naik tinggi ๐Ÿ˜“. Seperti Fahmi kira-kira, banjirnya sekitar 60 cm, nggak enak numpang motor sama aja ๐Ÿš—.

Aku harap banjir bisa surut cepat, sehingga pedagang-pedagang bisa berjualan dengan lebih mudah. Tapi aku juga paham kalau Fahmi masih punya uang untuk keluarganya, itu penting banget ๐Ÿ’ธ.
 
Banget banget dengan orang-orang yang harus bekerja di tengah-tengah air genangan! Seperti Juned, dia harus menghadapi banyak penumpang yang tak mau pulang sehingga membuat masalah banyak. Dan tapi kamu tahu apa yang paling beratnya? Dia hanya ingin bisa bekerja tanpa gangguan dan bisa pulang ke rumah dengan uang yang cukup buat keluarganya. Tapi banjir banjuran, aku rasa aku juga akan marah jika harus bekerja di situasi itu. Dan Fahmi, dia juga menghadapi kesulitan karena banyak motor parkir di lapaknya yang menurun drastis, tapi dia masih bisa bersyukur karena bisa membawa pulang uang untuk keluarganya. Tapi apa salahnya dengan sistem yang tidak adil seperti itu? Kenapa orang-orang harus menghadapi kesulitan hanya karena alam berubah? Aku rasa kita perlu lebih peduli dan siap bantu satu sama lain dalam situasi seperti ini...
 
Banjir kembali lagi di Mangga Dua Raya Jakbar, nggak ada yang terkejut sih... Yang penting adalah semua pedagang dan warga bisa selamat. Saya berharap banjir ini bisa segera surut dan kawasan Mangga Dua Raya bisa kembali normal seperti sebelumnya. Tapi saya liat juga Fahmi, juru parkir, masih bisa membawa pulang uang untuk keluarganya, itu yang penting bukan? Jangan lupa, banjir ini punya dampak pada banyak orang, jadi kita harus bersyukur dan terus berharap. ๐Ÿ™
 
Aku rasa kayaknya banjir ini gueeessss... keterlibatan kita semua, ya? ๐Ÿค” Pedagang kaki lima yang harus berjualan di tengah-tengah air, juru parkir yang kecewa karena motor parkirannya rusak... tapi apa yang kita lakukan sih? Kita bisa membantu mereka dengan berbagi uang atau jasa kita. Aku rasa kita bisa berjalan bersama-sama dan mengalihkan perhatian dari banjir ini. Kita bisa membangun tempat parkir sementara untuk motor yang rusak, atau bahkan membantu pedagang kaki lima dengan menjual makanan di sekitar area banjir itu. Aku yakin kita bisa membuat perbedaan kecil-kecilan! ๐ŸŒŸ
 
Banget ya, hujan itu makin konyol! Pedagang mi ayam di Jakarta terpaksa berjualan di tengah-tengah air ๐Ÿ˜‚. Saya rasa mereka harus siap-siap banjir terjadi lagi, nanti kalau tidak bisa jalan ke pasar, apa caranya? Dan siapa yang bilang kalau karyawan tidak boleh masuk kerja imbas banjir? Mereka sudah cukup lelah dengan hujan yang tidak berhenti! Saya harap banjir bisa surut cepat, sehingga mereka bisa kembali ke kehidupan normalnya ๐Ÿคž.
 
Banget nih ya banjir Mangga Dua Raya Jakbar ini! Sepertinya kawasannya terlalu basah, aku rasa para pedagang kaki lima harusnya lebih siap dengan sistem penyimpanan yang lebih baik. Tapi sepertinya tidak ada yang bisa diubah-ubah, kan? ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ

Aku punya temen yang kerja di Mangga Dua, dia bilang banjir ini sebenarnya sudah terjadi beberapa kali sebelumnya, tapi tidak ada yang diberi perhatian. Sepertinya kawasan itu tidak memiliki sistem drainase yang baik, kan? ๐Ÿค”

Aku harap banjir ini bisa segera surut, jadi pedagang kaki lima bisa kembali berjualan dengan normal. Tapi aku rasa ada yang harus diubah-ubah, seperti memperbaiki sistem drainase atau membangun tempat penyimpanan yang lebih baik untuk para pedagang. ๐Ÿšง
 
Banget deh banjir di Mangga Dua Raya Jakbar, kayaknya terus-menerus hujan dan naik banjir ya... siapa tahu nanti harus ganti lantai apa aja? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Mending banjir kecil-kecil saja daripada seperti ini. Pedagang kaki lima juga harus panjang lebar, kayaknya harus cari tempat kerja lain ya...
 
Hahaha, banjir lagi kayaknya! Saya pikir ini kan gini aja, Jakarta Utara yang dihantam hujan setiap kali musim hujan tiba... Kenapa kayaknya lagi begitu kewalahan? Saya bayangin bapak/bu Juned dan Fahmi panik ganti kerah karena motor parkirannya dipenuhi air ๐Ÿ˜‚. Mungkin banjir ini bisa jadi peluang bagi kita berbagi cerita dan bukan hanya menasihui siapa yang kalah, kan?
 
Akhirnya punya peluang untuk berbagi cerita positif tentang teman-temannya di Jalan Mangga Dua Raya Jakbar yang terkena banjir ๐Ÿ˜Š. Juned dan Fahmi, keduanya masih bisa menemukan kesabaran dan keberanian dalam menghadapi bencana alam ini. Mereka tidak hanya menyadari dampak negatif banjir, tapi juga fokus pada bagaimana cara mengatasi masalah tersebut.

Aku rasa ini adalah contoh bahwa kita semua masih bisa menjadi orang yang positif dan bersemangat walaupun terkena bencana. Mereka tidak hanya berharap banjir surut, tapi juga memiliki keberanian untuk terus bekerja dan mencari cara untuk menghadapi situasi ini ๐Ÿ™. Aku harap cerita ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tetap positif dan bersemangat dalam menghadapi tantangan yang datang! ๐Ÿ˜Š
 
Banjir di Mangga Dua RayaJakbar, wajar banget sih. Siapa yang tidak tahu bahwa Jakarta udah salah satu kota yang paling basah di Indonesia kan? ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ Tapi gini banget, gak bisa duga sih. Pedagang di samping aku, mereka udah berjualan di tengah air itu, wajar banget. Saya rasa harus ada solusi untuk banjir ini, tapi gak tahu apa yang bisa kita lakukan. ๐Ÿค”
 
Wahhh, makasih kaya banget banjir menggenang di Mangga Dua Raya Jakbar ini. Saya rasa pedagang kaki lima seperti Juned dan Fahmi gak bisa nggak terkesan dengan situasi banjir. Tapi wajah Fahmi kayaknya masih ceria, kayaknya dia gak terlalu khawatir. Wahhh, gampang banget dia cari cara untuk mengumpulkan uang pulang ke rumah, eh tapi yang penting sih keluarganya jadi kaya. Makasih kaya gue bisa lihat bapak Fahmi masih sabar dan optimis walaupun ada masalah.
 
kembali
Top