Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, memberikan penjelasan mengenai keberangkatan relawan berbaju biru yang sempat menyebabkan spekulasi bahwa mereka berasal dari Malaysia. Menurut Budi, para relawan tersebut memang datang melalui rute Malaysia sebelum sampai di titik bencana karena keterbatasan penerbangan langsung dari Jakarta ke Medan serta harga tiket yang tinggi pada saat itu.
“Sempat viral karena kita bilang mereka datang dari Malaysia, tapi tidak benar. Kita lakukan seperti itu karena pesawat Jakarta-Medan penuh dan harga tiketnya mahal. Itu sebabnya relawan tersebut disangka berasal dari luar negeri,” katanya.
Budi menjelaskan bahwa perjalanan para relawan dilakukan melalui rute Malaysia sebagai upaya menekan harga dan memastikan distribusi merata. Menurut Budi, banyak wilayah yang masih memiliki Puskesmas namun tidak dapat diakses karena jalan terendam banjir, sehingga relawan harus menempuh jalur ekstrem.
“Nah ini contohnya, kita kirim relawan bukan ke kota, tapi ke daerah terisolasi. Mereka harus memiliki semangat adventurer sedikit. Kita tidak hanya mengirim relawan untuk membantu masyarakat, tapi juga untuk menunjukkan komitmen kita,” kata dia.
Budi juga menyebutkan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam kegiatan ini dan relawan diiringi oleh masyarakat yang mendukung mereka. Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk memastikan distribusi merata dan memprioritaskan daerah-daerah terisolasi.
“Sempat viral karena kita bilang mereka datang dari Malaysia, tapi tidak benar. Kita lakukan seperti itu karena pesawat Jakarta-Medan penuh dan harga tiketnya mahal. Itu sebabnya relawan tersebut disangka berasal dari luar negeri,” katanya.
Budi menjelaskan bahwa perjalanan para relawan dilakukan melalui rute Malaysia sebagai upaya menekan harga dan memastikan distribusi merata. Menurut Budi, banyak wilayah yang masih memiliki Puskesmas namun tidak dapat diakses karena jalan terendam banjir, sehingga relawan harus menempuh jalur ekstrem.
“Nah ini contohnya, kita kirim relawan bukan ke kota, tapi ke daerah terisolasi. Mereka harus memiliki semangat adventurer sedikit. Kita tidak hanya mengirim relawan untuk membantu masyarakat, tapi juga untuk menunjukkan komitmen kita,” kata dia.
Budi juga menyebutkan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam kegiatan ini dan relawan diiringi oleh masyarakat yang mendukung mereka. Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk memastikan distribusi merata dan memprioritaskan daerah-daerah terisolasi.