Cerita Ammar Zoni: Diminta Rp300 Juta agar Kasus Dihentikan

Penyidik Polsek Cempaka Putih melintas intimidasi dan pemerasan Ammar Zoni, terdakwa IV kasus peredaran narkoba jenis sabu di dalam rumah tahanan (rutan) Salemba. Pengakuan Ammar ini menyebutkan adanya tawarannya Rp300 juta agar penyidik menghentikan proses kasusnya.
 
Kasus ini benar-benar bikin perasaan sedih, si Penyidik Polsek Cempaka Putih ternyata ngeliati Ammar Zoni dengan cara yang tidak adil. Rp300 juta? Itu uang banyak banget! Tapi apa yang punya dengan itu, Ammar masih harus bukti-buktian bahwa dia jujur atau tidak. Aku pikir penyidiknya harus lebih bijak, bukan hanya mengandalkan tawarannya.

Aku rasa ini adalah contoh kasus-kasus yang sering terjadi di Indonesia, penyidik yang canggung dan ngeliati korban, padahal korban cuma seseorang yang ingin menjalan hidupnya dengan damai. Aku harap kasus ini bisa segera diselesaikan dengan adanya bukti-bukti yang jujur, sehingga Ammar bisa bebas dan melanjutkan hidupnya.
 
Wow 🤯, ini kalau terjadi di siapa-siapa aja bisa dipenjara! Tapi apa yang terjadi dengan Ammar Zoni itu, dia benar-benar tidak tega diperas ya? Maksudnya tawarannya Rp300 juta itu, apakah itu sebenarnya uang yang sangat tapi juga nggak salah kalau Ammar Zoni punya masalah keuangan, tapi kenapa dia harus memilih untuk memberikan uang itu kepada penyidik? Sama-sama deh, kita semua tahu bahwa narkoba itu jadi tidak boleh dijual atau dibeli lagi 🚫.
 
Gue pikir ini kayaknya terlalu asyik banget. Apa sih yang salah dengan Ammar? Dia hanya ingin mencari cara untuk membayar utang-utangnya ya, tapi polisi mau memeras dia sampai kenyang 🤑. Dan apa sebenarnya yang dilakukan oleh penyidik itu? Mereka hanya butuh uang aja, kan? Yang salah adalah sistemnya sendiri, siapa yang nanti membuang dosennya? Gue rasa ini kayaknya terlalu kasar dan tidak adil. Dan gue juga rasa ada sesuatu yang tidak jelas di balik keselamatan ammar zoni, apa sih yang sebenarnya terjadi di dalam rutan salemba itu? 🤔
 
Aku pikir ini masalah yang sangat parah, tapi juga gak bisa dihindari. Penyelidiknya benar-benar tidak perlu datang seperti itu, ngomongin dengan menekan. Aku rasa ada salah satu sisi di balik segalanya yang harus kita cari tahu lebih dulu. Kita jangan cepat menilai siapa yang benar dan siapa yang salah. Coba lihat apakah Ammar benar-benar bersalah atau apa yang terjadi itu karena tekanan dari pengetua atau yang lainnya? Aku rasa kita harus memiliki proses hukum yang adil, jangan cuma bisa dibayangkan nanti kebenaran akan muncul.
 
Kasus ini bikin aku penasaran, tapi juga sedikit curiga. Kenapa ammmar mau buka mulut seperti itu? Kalau benar dia punya niat yang baik, kenapa dia harus begitu jujur dengan polisi? Tapi, kalau benar dia hanya mencoba untuk menghancurkan dirinya sendiri... itu juga tidak masuk akal. Polisi kapan tahu sih apa yang benar dan apa yang salah? Kadang aku pikir mereka lebih banyak memikirkan reputasi daripada membantu orang yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Dan Rp300 juta, itu sebenarnya tidak terlalu berat untuk polisi, tapi aku tahu kalau ada korupsi. Mungkin ada sesuatu yang tidak jelas di balik kasus ini...
 
kembali
Top