Cak Imin Respons Kasus Siswa SD NTT Bunuh Diri karena Rp10 Ribu

Kasus seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggalkan hidupnya dengan bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000 membuat warga sangat kecewa dan sedih.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, merespons kasus ini dengan mengatakan bahwa kasus tersebut harus menjadi cambuk bagi semua pihak. Dia berharap agar kasus ini dapat menjadi pengingat bagi semua orang untuk membuka diri dan membantu siapa pun yang membutuhkan.

"Kita juga harus cari akar masalah frustrasi sosial itu sudah sejauh mana," kata Cak Imin.

Sebelumnya, korban meninggalkan surat untuk ibundanya yang berinisial MGT. Dalam surat itu, dia menulis bahwa tidak perlu ibunya menangis dan mencari karena telah meninggalkan hidupnya.

Ibunda korban diketahui bekerja sebagai petani dan merawat lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.
 
Kasus ini benar-benar membuat aku sedih dan marah... tapi aku ingin fokus pada bagaimana kita bisa menghindari hal seperti ini di masa depan. Aku pikir kita harus memikirkan tentang sistem pendidikan yang kita miliki. Bagaimana bisa kita tidak menyediakan bahan ajar yang cukup untuk semua anak, terutama yang berasal dari keluarga miskin?

Kita juga harus berbicara tentang keseimbangan antara kebutuhan keluarga dan kebutuhan individu. Aku pikir itu penting untuk kita pertimbangkan bagaimana kita bisa membantu anak-anak yang membutuhkan, sehingga mereka tidak perlu mengambil keputusan yang begitu berat.

Dan aku rasa pemerintah harus bertanggung jawab dalam hal ini. Mereka harus membuat strategi yang lebih matang untuk membantu keluarga miskin dan anak-anak yang membutuhkan. Kita tidak bisa menyerah pada keadaan seperti ini, kita harus terus berusaha untuk membuat perubahan yang positif... 🤕
 
Aku pikir Cak Imin sedang memakai cara yang salah lagi 🙄. Jika dia mau cari akar masalah, dia harus mulai dari dirinya sendiri, ya? Beliau adalah orang yang paling berpengaruh dalam pemerintahan, tapi dia masih bisa memberikan solusi yang sederhana banget, seperti memberikan bantuan langsung kepada korban atau mencari cara agar biaya buku dan pena tidak terlalu mahal. Tapi, sepertinya Cak Imin masih ingin cari cara lain yang jauh lebih kompleks... Saya rasa dia masih belum begitu paham apa yang sebenarnya masalahnya 🤔.
 
Saya sangat sedih sekali dengan kasus ini 🤕. Seorang anak kecil hanya berusia 10 tahun tapi sudah harus menghadapi masalah seperti ini. Bagaimana kalau kita semua bersatu untuk membantu orang-orang yang membutuhkan? Mungkin kita bisa mencari cara lain untuk membantu korban ini, tidak perlu begitu mahal sekali 🤑. Dan menteri Cak Imin pun benar-benar tepatnya dengan kata-kata nya, kita harus cari akar masalahnya 🤔.
 
Kasus ini memang sangat kejutan dan sedih banget... tapi aku rasa kita harus tanya-tanya tentang akar masalahnya sih... mengapa anak-anak di Indonesia masih kesulitan akses ke sekolah? Mau dibahas dari aspek ekonomi, sosial, atau apa lagi? Aku pikir kita harus mulai dari sisi kita sendiri dan melihat bagaimana kita bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. Mungkin kita bisa membuat program bantuan untuk anak-anak di SD yang tidak bisa membayar biaya sekolah... atau mencari cara agar orang tua lebih banyak mengenal hak-hak mereka sebagai warga negara... kalau kira-kira itu aja, aku rasa kasus ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjadi lebih peduli dengan masalah sosial di Indonesia 🤔
 
Cak Imin benar-benar harus mulai dari dulu, bukanya siapa aja nih? Siapa bilang bahwa Rp10.000 itu mahal banget untuk buku dan pena? Kita harus cari cara agar orang-orang seperti itu bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah atau organisasi-organisasi yang ada. Jangan hanya ngomong-ngomong aja, tapi lakukan aja! 🤔💡
 
ini kasus nyata yang sangat sedih... 10 tahun itu usia anak itu dan masih beresolusi untuk bunuh diri karena tidak bisa membeli buku dan pena seharga Rp10.000. ini bukan cuma masalah kekurangan uang, tapi juga tentang kesadaran masyarakat kita. kenapa di masa kini ini masih banyak kasus seperti ini? apa yang harus dilakukan agar anak-anak kita tidak lagi mengalami kesedihan seperti itu? kita harus berdiskusi dan mencari solusi bersama-sama...
 
🤕 Oke banget, gue jadi sedih sekali membaca kasus ini. Seperti si anak itu, gue juga pernah kesulitan banget membeli bahan-bahan sekolah, tapi ternyata gak ada yang mau membantunya 🤦‍♀️. Makanya, kasus ini benar-benar bikin gue ingin menangis dan marah sama saatnya. Siapa nih yang mau membantu anak-anak yang membutuhkan, eh ternyata mereka juga harus berjuang untuk hidup? Gua rasa sangat kecewa sama sistem kita yang tidak bisa mencegah kasus-kasus seperti ini terjadi lagi dan lagi. 🤷‍♂️ Dan apa yang diharapkan dari Cak Imin, eh dia cuma ngebicar aja tentang "membuka diri" dan "membantu" siapa pun yang membutuhkan? Gua rasa itu tidak cukup banget, kita butuh tindakan nyata! 📝
 
Maafin sih, kasus ini sangat tragis banget. Saya paham kalau ada yang membutuhkan bantuan, tapi 10 ribu rupiah itu terlalu banyak untuk buku dan pena aja. Mungkin kita perlu cari solusi lain, seperti program bantuan yang lebih seragam untuk semua orang, agar tidak ada lagi kasus seperti ini. Saya juga harap pemerintah bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan akses ke fasilitas yang dibutuhkan oleh anak-anak. Tapi yang paling penting, kita harus ingat bahwa setiap orang yang meninggal pasti ada keluarga yang merindukan mereka... 🤕
 
ini kasus yang sangat buaya, si kecil itu udah lulus SD juga tapi orang tua gak bisa memberinya apa-apa karena uang kering. aku rasa kasus ini harus diatasi dengan cepat dan efektif, kalau tidak nanti makin banyak korban seperti si kecil itu. aku harap pemerintah bisa membuat program yang mendukung anak-anak miskin agar bisa menikmati pendidikan yang sama dengan mereka. tapi apa yang ada sekarang kalau anak-anak miskin harus berhenti belajar karena gak ada uang? tidak adil bro, kita harusbuat perubahan dari dulu
 
ini kasus yang memang sangat menyesakan ya, tapi apa yang bisa kita lakukan? hanya sekedar menyerukan untuk semua orang membantu siapa pun yang membutuhkan, bukan main-main. tapi apa jadi dulu? bagaimana caranya kita bisa mencegah hal ini terjadi di masa depan? kalo sekarang udah begitu beratnya kasus ini, toh kita butuh solusi yang lebih matang dari sekedar mengingatkan saja.
 
Aku pikir ini sangat mengkhawatirkan, rasanya kita tetap tidak bisa mengatakan bahwa kasus ini hanya terjadi karena kesalahan seseorang atau karena sistem pendidikan kita tidak sempurna. Tapi, bagaimana kalau kita lupa bahwa ada banyak anak di Indonesia yang masih belum memiliki akses ke pendidikan yang layak? Mungkin korban itu bukan hanya satu orang, tapi banyak sekali lagi yang menghadapi kesulitan ekonomi dan tidak bisa mendapatkan sumber daya yang mereka butuhkan untuk bersekolah. Kita harus membuka diri dan mencari solusi yang lebih radikal agar kita bisa mencegah kasus seperti ini terjadi kembali, jangan hanya menyalahkan satu orang atau sistem pendidikan. Kita perlu memikirkan bagaimana cara kita bisa membuat pendidikan menjadi lebih inklusif dan tersedia untuk semua anak di Indonesia 🤔
 
Wow 😱 ini kasusnya terlalu tragis banget! 10 tahun si kelas 5 SD sudah bisa tidak mampu beli buku & pena aja Rp 10.000! Makanya ibunya harus bekerja begitu keras dgn 5 anak lainnyaa... Interesting 🤔 bagaimana bisa kasus ini terjadi?
 
Apa kegunaan Rp10.000 banget ngelah? Seperti apa sih kondisi hidupnya ngebut di Kabupaten Ngada? Mau tahu apakah ada program bantuan dari pemerintah yang bisa membantu anak-anak miskin seperti korban ini? Saya ragu-ragu sih...
Kalau benar-benar karena tidak memiliki uang, maka apa dengan sumber daya lainnya dari ibunya yang harus ditolak? Ibu korban bekerja sebagai petani dan merawat anak-anak, tapi masih terpaksa meninggalkan hidupnya? Ini memang sangat kejutan...
 
ini kasusnye... seorang siswa SD saja udah bingung begitu banyak masalahnya, kalau penanya tidak bisa membeli buku dan pena Rp10.000. gampang saja dia pilih untuk tidak hidup lagi. tapi yang terkejut sama itu adalah warga dan menteri Cak Imin. apa yang harus kita lakukan? kita harus membantu anak-anak seperti korban ini, kita harus memberikan mereka pendidikan yang baik agar tidak perlu mengalami kesedihan seperti ini.
 
Aku pikir apa yang terjadi kepadanya tidak bisa diubah, tapi kalau kita harus menemukan akar masalahnya, mungkin ada perubahan kebijakan untuk memudahkan siapa pun yang membutuhkan buku dan pena. Seperti apa lagi kita bisa lakukan? 🤔
 
Makasih ya Cak Imin, tapi kenapa bisa jadi ini terjadi? Jangan dipaksa si kecil itu memilih antara sekolah atau rumah karena ibunya gak bisa biayaiin. Si dia mau belajar tapi ibunya gak ada uang buat beli buku dan pena. Kamu aja cari solusi di pemerintahan, tapi di sekitar anak-anak kelas rata ini masih banyak yang harus dipecahkan dulu... 🤔💔
 
Kasus ini bikin aku nggak bisa sabar sama sekali 💔. Si kecil itu sudah lewat SD dan masih harus khawatir tentang sesuatu yang sepele banget like buku dan pena aja. Aku rasa ini masalah kita semua, nggak ada solusi? 🤯 Menteri Cak Imin kayaknya sudah berbohong lagi, kalau tidak mau cari akar masalah punyanya sih 🙄. Ibunya bekerja keras sebagai petani dan masih harus khawatir tentang kehidupan yang tidak stabilize aja... aku rasa ini nggak ada jawabannya. 😩
 
ini kasus banget, sepuluh tahun kecil kematian karena tidak bisa membeli buku dan pena seharga 10 ribu rupiah ini sangat bujang-bunga! siapapa yang punya uang harus membantu yang membutuhkan, tapi ternyata masih banyak yang tidak peduli dengan nasib orang lain. saya pikir kita harus mencari akar masalahnya, tapi sepertinya semua orang hanya peduli dengan hidup mereka sendiri, tidak peduli dengan siapa yang membutuhkan bantuan. ini kasus sosial yang sangat parah, harap-harap saja pemerintah dan masyarakat bisa belajar dari kasus ini dan berubah menjadi lebih baik 🤕
 
Apa yang lagi terjadi ya... Seorang siswa SD berusia 10 tahun ini tapi udah kehilangan hidupnya karena tidak bisa beli buku Rp10k... Sepertinya pihak sekolah dan pendidikan harus diuji lewat kasus ini. Apa yang ada di pikiran mereka? Tidak mampu membeli buku seharga Rp10k tapi bisa saja ada program bantuan atau donor yang mau membantu. Saya rasa korban ini tidak perlu meninggalkan hidupnya. Mungkin ada cara lain yang bisa diambil oleh pihak sekolah dan masyarakat untuk membantu anak-anak yang membutuhkan...
 
kembali
Top