Insiden yang mengalami buntut dari insiden tabrakan mobil SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang membawa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, telah menimbulkan kemarahan masyarakat dan kekhawatiran mengenai keselamatan penggunaan kendaraan milik mitra SPPG. Kegagalan dalam penanganan prosedur penggantian pengemudi yang tidak tepat pada saat tabrakan ini dapat menyebabkan peristiwa seperti ini terjadi.
Pihak BGN (Badan Gizi Nasional) telah memastikan bahwa semua korban insiden tersebut mendapatkan penanganan medis terbaik. Namun, kegagalan dalam pengelolaan dan penerapan prosedur SOP (Standar Operasional Proses) yang tepat dapat menyebabkan insiden seperti ini terjadi.
"Sopir pengganti" yang mengantarkan menu MBG tersebut ternyata bukan kali ini saja menggantikan peran pengemudi utama. Pihak SPPG telah mendapati bahwa sopir pengganti yang diketahui bernama Adi Irawan juga beberapa waktu lalu pernah menggantikan posisi sopir reguler. Pihak BGN dan mitra-mitralnya harus menetapkan standarisasi kualifikasi yang ketat bagi semua pengemudi logistik, baik tetap maupun pengganti.
Insiden ini menunjukkan bahwa kesalahan fatal terjadi dalam lingkungan yang paling sensitif, yaitu kerumunan anak-anak sekolah. Pihak Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia, Abdul Rivai Ras, menyarankan langkah evaluasi dan pengawasan SOP agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi.
Pihak BGN harus meningkatkan kesadaran dan penanganan terhadap insiden-insiden seperti ini sehingga mencegah kecelakaan yang lebih serius.
Pihak BGN (Badan Gizi Nasional) telah memastikan bahwa semua korban insiden tersebut mendapatkan penanganan medis terbaik. Namun, kegagalan dalam pengelolaan dan penerapan prosedur SOP (Standar Operasional Proses) yang tepat dapat menyebabkan insiden seperti ini terjadi.
"Sopir pengganti" yang mengantarkan menu MBG tersebut ternyata bukan kali ini saja menggantikan peran pengemudi utama. Pihak SPPG telah mendapati bahwa sopir pengganti yang diketahui bernama Adi Irawan juga beberapa waktu lalu pernah menggantikan posisi sopir reguler. Pihak BGN dan mitra-mitralnya harus menetapkan standarisasi kualifikasi yang ketat bagi semua pengemudi logistik, baik tetap maupun pengganti.
Insiden ini menunjukkan bahwa kesalahan fatal terjadi dalam lingkungan yang paling sensitif, yaitu kerumunan anak-anak sekolah. Pihak Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia, Abdul Rivai Ras, menyarankan langkah evaluasi dan pengawasan SOP agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi.
Pihak BGN harus meningkatkan kesadaran dan penanganan terhadap insiden-insiden seperti ini sehingga mencegah kecelakaan yang lebih serius.