Ditemukan Masyarakat yang Mengalami Kekurangan Nutrisi di Tanah Air, Jadi Siapa Nanti Bawa Jawabannya?
Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) BRIN menemukan bahwa masih ada masyarakat yang mengalami kekurangan nutrisi di Indonesia. Hal ini menyebutkan bahwa data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa malnutrisi banyak terjadi di wilayah timur Indonesia.
Sumber data ini juga menyatakan bahwa masih ada masyarakat yang mengalami kekurangan nutrisi, meskipun Kemenkes telah melakukan survei terkait. Penelitian ini menemukan bahwa malnutrisi sangat umum dan seringkali terjadi di wilayah pedesaan Indonesia.
Hal ini membuat Adhitya Marendra Kiloes, peneliti BRIN, menyatakan bahwa penting untuk masyarakat karena efek samping dari kekurangan nutrisi tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada komunitas dan masyarakat secara keseluruhan.
Dalam pendapatnya, Adhitya merekomendasikan Pemerintah Pusat agar menangani persoalan kebutuhan nutrisi secara holistik. Setiap kementerian diminta untuk bekerja sama dan tidak egois dalam mengatasi masalah ini. Hal ini sangat penting karena sistem pangan Indonesia adalah satu sistem yang kompleks.
"Kita harus memperhatikan bagaimana pascaproduksi, pemasaran, dan lain-lain," kata Adhitya. "Karena semua itu, kita tidak bisa hanya memikirkan sendiri-sendiri dalam mengatasi masalah ini."
Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) BRIN menemukan bahwa masih ada masyarakat yang mengalami kekurangan nutrisi di Indonesia. Hal ini menyebutkan bahwa data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa malnutrisi banyak terjadi di wilayah timur Indonesia.
Sumber data ini juga menyatakan bahwa masih ada masyarakat yang mengalami kekurangan nutrisi, meskipun Kemenkes telah melakukan survei terkait. Penelitian ini menemukan bahwa malnutrisi sangat umum dan seringkali terjadi di wilayah pedesaan Indonesia.
Hal ini membuat Adhitya Marendra Kiloes, peneliti BRIN, menyatakan bahwa penting untuk masyarakat karena efek samping dari kekurangan nutrisi tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada komunitas dan masyarakat secara keseluruhan.
Dalam pendapatnya, Adhitya merekomendasikan Pemerintah Pusat agar menangani persoalan kebutuhan nutrisi secara holistik. Setiap kementerian diminta untuk bekerja sama dan tidak egois dalam mengatasi masalah ini. Hal ini sangat penting karena sistem pangan Indonesia adalah satu sistem yang kompleks.
"Kita harus memperhatikan bagaimana pascaproduksi, pemasaran, dan lain-lain," kata Adhitya. "Karena semua itu, kita tidak bisa hanya memikirkan sendiri-sendiri dalam mengatasi masalah ini."