IHSG Mencapai Puncak Gas Naik 2% Di Bursa Efek Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa yang sangat kuat di hari Jumat ini, setelah menutup naik 1,06% sebelum dilanjutkan penguasan lebih lanjut dengan nilai peningkatan 2,07%. Pada perdagangan pertama, IHSG dibuka pada level 8.319,15 dan kemudian melanjutkan penguasaan dengan meningkatkan nilai ke 8.402,77.
Saat ini, totalnya 555 saham naik, 112 turun, dan ada 291 saham yang belum bergerak. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp4,98 triliun, melibatkan 6,49 miliar saham dalam 465.800 kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga menunjukkan tendensi naik menjadi Rp15,205 triliun.
Pada perdagangan kemarin, IHSG memang mengalami koreksi dan menutup melemah, tetapi berhasil memulihkan posisinya dari sempat menyentuh -10% menjadi -1%. Koreksi ini terjadi setelah penutupan pernyataan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organizations yang memastikan penyesuaian data free float Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan penilaian indeks global, termasuk MSCI.
Langkah awal dilakukan dengan menindaklanjuti penyesuaian data free float yang telah dipublikasikan Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia. Pemilik saham di bawah 5% akan dimasukkan dalam perhitungan free float, serta publikasi porsi kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% untuk setiap kategori investor.
Selain itu, OJK juga berkomitmen memenuhi permintaan tambahan MSCI terkait penyediaan informasi kepemilikan saham yang disertai kategori investor dan struktur kepemilikannya. Penyempurnaan ini bertujuan untuk mengacu pada best practice internasional agar transparansi dan keterbandingan data Indonesia semakin sejajar dengan pasar global.
Pada perdagangan kemarin, ada lonjakan nilai transaksi harian yang sangat jumbo, yaitu Rp68,18 triliun. Nilai ini membuat IHSG mencapai rekor nilai transaksi bursa terbesar sepanjang sejarah perdagangan Bursa Efek Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa yang sangat kuat di hari Jumat ini, setelah menutup naik 1,06% sebelum dilanjutkan penguasan lebih lanjut dengan nilai peningkatan 2,07%. Pada perdagangan pertama, IHSG dibuka pada level 8.319,15 dan kemudian melanjutkan penguasaan dengan meningkatkan nilai ke 8.402,77.
Saat ini, totalnya 555 saham naik, 112 turun, dan ada 291 saham yang belum bergerak. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp4,98 triliun, melibatkan 6,49 miliar saham dalam 465.800 kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga menunjukkan tendensi naik menjadi Rp15,205 triliun.
Pada perdagangan kemarin, IHSG memang mengalami koreksi dan menutup melemah, tetapi berhasil memulihkan posisinya dari sempat menyentuh -10% menjadi -1%. Koreksi ini terjadi setelah penutupan pernyataan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organizations yang memastikan penyesuaian data free float Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan penilaian indeks global, termasuk MSCI.
Langkah awal dilakukan dengan menindaklanjuti penyesuaian data free float yang telah dipublikasikan Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia. Pemilik saham di bawah 5% akan dimasukkan dalam perhitungan free float, serta publikasi porsi kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% untuk setiap kategori investor.
Selain itu, OJK juga berkomitmen memenuhi permintaan tambahan MSCI terkait penyediaan informasi kepemilikan saham yang disertai kategori investor dan struktur kepemilikannya. Penyempurnaan ini bertujuan untuk mengacu pada best practice internasional agar transparansi dan keterbandingan data Indonesia semakin sejajar dengan pasar global.
Pada perdagangan kemarin, ada lonjakan nilai transaksi harian yang sangat jumbo, yaitu Rp68,18 triliun. Nilai ini membuat IHSG mencapai rekor nilai transaksi bursa terbesar sepanjang sejarah perdagangan Bursa Efek Indonesia.