Banjir Susulan Rendam 5 Kecamatan di Aceh Timur, Warga Dipaksa Beraktivitas
Kondisi banjir susulan akhirnya menyerang lima kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, menyatakan bahwa genangan air yang masuk ke rumah warga sudah menjadi kekhasan daerah tersebut.
"Curah hujan tinggi sejak Rabu malam menyebabkan banjir susulan. Air sungai kembali meluap, sehingga warga harus beraktivitas di tempat tinggal yang lebih tinggi," kata Afifullah mengutip Antara.
Kemudian, dia menjelaskan bahwa lima kecamatan terendam banjir tersebut adalah Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat. Genangan banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga akses jalan antardesa serta sejumlah fasilitas umum.
"Banjir susulan ini berdampak pada aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat," kata Afifullah.
BPBD Kabupaten Aceh Timur bersama unsur terkait telah menurunkan tim ke lapangan untuk memantau dan mendata dampak banjir susulan di lima kecamatan tersebut. Selain itu, tim gabungan BPBD dan instansi terkait lainnya juga disiagaskan untuk mengevakuasi warga jika ketinggian air terus meningkat dan mengancam keselamatan masyarakat.
Kami akan memantau kondisi banjir susulan tersebut secara langsung. Jika air terus naik, evakuasi segera dilakukan, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil," katanya.
Afifullah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan aktivitas di area yang tergenang. Masyarakat diminta terus memantau perkembangan cuaca serta melaporkan kepada aparat desa atau petugas BPBD jika terjadi peningkatan ketinggian air secara signifikan.
Kondisi banjir susulan akhirnya menyerang lima kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, menyatakan bahwa genangan air yang masuk ke rumah warga sudah menjadi kekhasan daerah tersebut.
"Curah hujan tinggi sejak Rabu malam menyebabkan banjir susulan. Air sungai kembali meluap, sehingga warga harus beraktivitas di tempat tinggal yang lebih tinggi," kata Afifullah mengutip Antara.
Kemudian, dia menjelaskan bahwa lima kecamatan terendam banjir tersebut adalah Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat. Genangan banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga akses jalan antardesa serta sejumlah fasilitas umum.
"Banjir susulan ini berdampak pada aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat," kata Afifullah.
BPBD Kabupaten Aceh Timur bersama unsur terkait telah menurunkan tim ke lapangan untuk memantau dan mendata dampak banjir susulan di lima kecamatan tersebut. Selain itu, tim gabungan BPBD dan instansi terkait lainnya juga disiagaskan untuk mengevakuasi warga jika ketinggian air terus meningkat dan mengancam keselamatan masyarakat.
Kami akan memantau kondisi banjir susulan tersebut secara langsung. Jika air terus naik, evakuasi segera dilakukan, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil," katanya.
Afifullah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan aktivitas di area yang tergenang. Masyarakat diminta terus memantau perkembangan cuaca serta melaporkan kepada aparat desa atau petugas BPBD jika terjadi peningkatan ketinggian air secara signifikan.