Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said, Pemprov DKI Rogoh Rp100 M, Bangun Jalan yang Nyaman
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memulai pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai Rabu 14 Januari 2026. Pembongkaran tersebut diperkirakan menelan biaya Rp100 miliar dan dilakukan untuk menghilangkan lahan yang sudah tak berfungsi sebagai monorel.
Menurut Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, pembongkaran tiang monorel ini merupakan bagian dari penataan jalan dan trotoar di area tersebut. Setelah seluruh tiang dibongkar, ditas akan mengalihfungsikan bekas monorel menjadi jalan kendaraan bermotor.
"Anggaran pembongkaran ini digunakan untuk menata jalannya dan trotoarnya. Saya tidak bisa memperinci detailnya karena semua itu masuk dalam satu anggaran APBD tahun ini," kata Heru Suwondo kepada Tirto.id, Rabu 7 Januari 2026.
Pembongkaran tiang monorel tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar 98 hari. Selama proses pembongkaran, Dinas Bina Marga DKI Jakarta hanya akan melakukan pembongkaran di malam hari untuk menghindari gangguan pada masyarakat.
Setelah proses pembongkaran selesai, ditas akan mengembalikan tiang monorel kepada PT Adhi Karya dan kemudian mengalihfungsikan bekas area tiang menjadi jalan kendaraan bermotor. Dengan demikian, lahan yang dulu digunakan sebagai monorel dapat diubah menjadi fasilitas yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memulai pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai Rabu 14 Januari 2026. Pembongkaran tersebut diperkirakan menelan biaya Rp100 miliar dan dilakukan untuk menghilangkan lahan yang sudah tak berfungsi sebagai monorel.
Menurut Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, pembongkaran tiang monorel ini merupakan bagian dari penataan jalan dan trotoar di area tersebut. Setelah seluruh tiang dibongkar, ditas akan mengalihfungsikan bekas monorel menjadi jalan kendaraan bermotor.
"Anggaran pembongkaran ini digunakan untuk menata jalannya dan trotoarnya. Saya tidak bisa memperinci detailnya karena semua itu masuk dalam satu anggaran APBD tahun ini," kata Heru Suwondo kepada Tirto.id, Rabu 7 Januari 2026.
Pembongkaran tiang monorel tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar 98 hari. Selama proses pembongkaran, Dinas Bina Marga DKI Jakarta hanya akan melakukan pembongkaran di malam hari untuk menghindari gangguan pada masyarakat.
Setelah proses pembongkaran selesai, ditas akan mengembalikan tiang monorel kepada PT Adhi Karya dan kemudian mengalihfungsikan bekas area tiang menjadi jalan kendaraan bermotor. Dengan demikian, lahan yang dulu digunakan sebagai monorel dapat diubah menjadi fasilitas yang lebih nyaman bagi masyarakat.