Bolehkah Melakukan Hubungan Suami Istri Lewat Video Call? Begini Jawaban Buya Yahya

Tentu saja, melakukan hubungan suami istri lewat video call tidak diperbolehkan dalam Islam. Beliau Buya Yahya menjelaskan bahwa meski Anda dan pasangan sudah sah sebagai suami istri, tetap berarti Anda harus menghindari hal yang tidak pantas.

Maksudnya adalah, ketika suamimu menatap kamera, ada yang memandangnya. Jadi kalau kamu melihat kamera suamimu, berarti kamu juga memandangnya dan jangan sampai terjerumus ke dalam perbuatan maksiat karena kebutuhan biologis tidak terpenuhi.

Sekarang, pertanyaannya adalah apa yang harus dilakukan agar tetap merasa terhubung dengan suami? Buya Yahya menjawab, jika Anda ingin terus bersama dengan suami, maka ada baiknya Anda melakukan hubungan secara langsung. Kalau bisa, berikan kesempatan agar suamimu pulang ke pelukan dan kamu bisa rasakan sentuhan suamimu.
 
Gue pikir ini salah, apalagi kalau gue lihat grafik tentang hubungan online dan offline, hasilnya 75% orang yang sudah terhubung secara online tetap merasa kurang akrab dengan pasangan, kayaknya online bukan jalan untuk memperkuat hubungan 😐. Gue lihat data dari aplikasi percintaan, banyak pasangan yang lebih sering berbicara online daripada bertemu langsung, tapi hasilnya adalah mereka jadi merasa tidak terhubung dengan pasangannya πŸ˜”. Dan gue tahu, pasangan yang sudah terhubung secara offline lebih sering menemukan kesempatan untuk menikmati sentuhan dan ekspresi emosional yang lebih luas πŸ€—. Gue rasa, meskipun video call bisa membuat kita merasa terhubung, tapi itu bukan pengganti dari hubungan nyata yang sebenarnya πŸ’•. Dan gue ragu-ragu, apakah ini tentang perbedaan antara generasi muda dan tua, atau apakah ini tentang cara berhubungan yang lebih alami? πŸ€”
 
Kalau kamu sibuk banget aja, aku paham kan? Tapi, kalau kamu bisa, jangan lupa ngobrol di depan kamera πŸ˜‚. Makasih Buya Yahya ceritanya yang seru. Saya pikir ada satu hal lagi yang harus dikatakan yaitu, tidak semua pasangan sama aja! Beberapa pasangan mungkin sudah nggak perlu kasualitas itu lagi πŸ€·β€β™‚οΈ. Dan apa salahnya kalau pasangan ngobrol di depan kamera? Jadi, aku rasa ada dua macam cara yang bisa kamu lakukan: yang pertama, ngobrol di depan kamera, dan yang kedua, ngobrol secara langsung ya πŸ“±πŸ’•.
 
Gue rasa paham kan buya Yahya, tapi juga rasa dia kurang fokus di pentingnya komunikasi yang baik dalam hubungan! Gue pikir video call tidak apa-apa, kalau pasangan suka ngobrol dan ngomong, itu lebih baik dari kalau gue tekenan harus selalu bersama, loh! Kita bisa ngobrol di video call, cari tahu tentang kehidupan pasangan, dan masih bisa rasakan sentuhan secara fisik, misalnya saat gue menerima bunga atau sesuatu yang berharga dari suamimu. Jadi, jangan tekan kalau pasangan suka ngobrol di video call, tapi cari cara agar hubungan lebih baik! πŸ˜ŠπŸ‘«
 
Gini juga bisa terjadi di kalangan orang Indonesia yang suka ngobrol lewat video call aja, apa lagi kalau ada bocah di sana πŸ˜’. Saya rasa ini sama kayakanya kalau kita bilang harus berhenti ngemil karena makanan yang lezat di restoran, tapi kamu bisa makan di rumah aja 🀯. Kita sibuk banget dengan cara ini, tapi siapa tahu suami kita gak butuh kejarin lewat kamera πŸ˜‚.
 
Pokoknya, aku rasa ini soal privasi dan batasan. Jika ada yang ingin hubungan mereka terus stabil, apa salahnya kalau mereka melakukan video call sebagai bentuk jaga-jaga? Tapi gampangnya, jika orang-orang mau melakukan hal ini, harus paham bahwa itu berarti mereka ingin mengatasi keterbatasan akhir-akhir ini. Aku pikir, lebih penting lagi kita fokus pada bagaimana mereka bisa membangun kepercayaan dan komunikasi yang baik secara langsung, jangan cuma online aja πŸ€—.
 
Video call memang tidak seperti sekali pun berbeda dari melihat kamera πŸ“±πŸ’”. Jika ada yang merasa terhubung dengan suami melalui video call, itu sebenarnya masih tergantung pada bagaimana kita menilai hubungan kita πŸ€πŸ»πŸ’•. Apakah ada aksi fisik? Ada kejutan kecil-kecilan? πŸ˜˜πŸ‘€ Kalau tidak, mungkin video call sementara waktu bisa jadi solusi 😊. Tapi, kalau ingin merasakan sesuatu yang lebih dalam... πŸ€”πŸ’‹, mungkin sebaiknya kita berbicara dengan suami tentang keinginannya πŸ’¬πŸ‘«.
 
Maksudnya, jangan sampai kita menggantikan alat kemanipulan dengan teknologi πŸ€–. Ya, video call itu bagus banget, tapi kalau harus pilih, langsung saja lebih baik. Dulu aku punya teman yang suaminya selalu kerja jagaan, sama-sama video call aja. Tapi kalau kamu ingin sebenarnya merasakan suami kamu, itu beda kisah. Cuma perlu kesabaran dan waktu, ya 😊.
 
Gampang banget aja kalau bisa ngobrol langsung dengan pasangan. Video call kayak gini, itu cuma jalan kekasinan kalau ingin bertemu dulu sebelum bertemu secara langsung ya😊. Rasanya lebih alami dan seru banget ketika bisa rasakan sentuhan suami atau istri. Yang penting adalah merasa terhubung dan nyaman dengan pasangan. Saya rasa ini wajib ada di bawah dasar pernikahan, jadi gini aja kalau ingin merasakan efeknya, cobalah ngobrol langsung dulu aja sebelum video call ya! πŸ“±πŸ’•
 
iya aja, kalau mau hubungan suami istri lewat video call, itu kayaknya tidak jelas sih... jadi apa yang diinginkan adalah ketika suami ada di dekatmu, rasanya lebih alami banget, tapi kalau harus dipilih antara nyaman dan intimitas, aku bilang, jangan terlalu fokus pada intimitas aja, lebih pentingnya kamu bisa merasakan kepedulian dan kasih sayang dari suami, itu yang paling berarti ya 😊
 
kembali
Top