Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani kerangka kerja Arktik dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Kesepakatan ini akan membuat ancaman tarif impor 10 persen untuk 8 negara Eropa menjadi tidak berlaku. Kerangka kerja ini juga akan membentuk dasar perjanjian AS terkait Greenland di masa depan.
Trump menyatakan kesepakatan ini sebagai "kesepakatan yang sangat produktif" dan bahwa Amerika Serikat dan NATO lainnya akan mendapatkan keamanan dan mineral yang lebih baik. Trump juga mengungkapkan bahwa AS akan memiliki kewenangan lebih dalam bidang militer dan mineral di wilayah Arktik.
Kerja sama di bidang militer ini termasuk pembangunan sistem pertahanan Golden Dome, yang mirip dengan Iron Dome Israel. Sementara itu, kerja sama di bidang mineral akan memungkinkan AS untuk ikut serta dalam eksplorasi dan eksploitasi cadangan mineral di Greenland.
Namun, kekhawatiran dari pihak Greenland sendiri masih ada. Wakil Greenland Aaja Chemnitz mengklaim bahwa kesepakatan ini dibuat tanpa melibatkan mereka dan tidak adil. "NATO sama sekali tidak memiliki hak untuk bernegosiasi tentang apa pun tanpa kami, Greenland. Tidak ada [kesepakatan] apa pun tentang kami tanpa [melibatkan] kami," katanya.
Kerangka kerja Arktik ini diharapkan akan menjadi solusi bagi AS dan NATO dalam menghadapi tantangan keamanan di wilayah Arktik.
Trump menyatakan kesepakatan ini sebagai "kesepakatan yang sangat produktif" dan bahwa Amerika Serikat dan NATO lainnya akan mendapatkan keamanan dan mineral yang lebih baik. Trump juga mengungkapkan bahwa AS akan memiliki kewenangan lebih dalam bidang militer dan mineral di wilayah Arktik.
Kerja sama di bidang militer ini termasuk pembangunan sistem pertahanan Golden Dome, yang mirip dengan Iron Dome Israel. Sementara itu, kerja sama di bidang mineral akan memungkinkan AS untuk ikut serta dalam eksplorasi dan eksploitasi cadangan mineral di Greenland.
Namun, kekhawatiran dari pihak Greenland sendiri masih ada. Wakil Greenland Aaja Chemnitz mengklaim bahwa kesepakatan ini dibuat tanpa melibatkan mereka dan tidak adil. "NATO sama sekali tidak memiliki hak untuk bernegosiasi tentang apa pun tanpa kami, Greenland. Tidak ada [kesepakatan] apa pun tentang kami tanpa [melibatkan] kami," katanya.
Kerangka kerja Arktik ini diharapkan akan menjadi solusi bagi AS dan NATO dalam menghadapi tantangan keamanan di wilayah Arktik.