Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pinjaman anggaran dari pemerintah Spanyol untuk meningkatkan kesiapan mitigasi bencana di Indonesia. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk menambah anggaran di tahun ini. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengatakan bahwa pinjaman ini sangat diperlukan karena Indonesia belum memiliki teknologi yang mumpuni dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.
"Kami hanya memberikan peringatan dini dan belum memberikan imbauan lebih jauh. Contoh misalnya, curah hujan di kabupaten Bekasi, curah hujannya di atas 200 mm, hanya itu saja," kata Suharyanto.
Program mitigasi ini direncanakan untuk disiapkan sampai 2029 dan diperlukan karena anggaran pencegahan bencana yang dimiliki BNPB terbatas, berkisar Rp17 miliar hingga Rp19 miliar per tahunnya. Suharyanto juga meminta persetujuan kepada DPR untuk mendapatkan dana pinjaman dari luar negeri.
"Kadang-kadang bencana ini bukan sesuatu yang baru tetapi kejadian yang berulang. Kadang-kadang berulangnya di daerah yang sama. Sehingga ketika daerah itu sudah terjadi bencana, DSP (Dana Siap Pakai) ini kami memanfaatkan juga untuk membangun pencegahan sebagai persiapan menghadapi kemungkinan bencana di masa depan," kata Suharyanto.
Pinjaman ini telah dimulai dan BNPB berhasil memperoleh pinjaman luar negeri sebesar Rp949,168,712,486 yang digunakan untuk membangun pusat pengendalian operasi di 34 provinsi dan 30 kabupaten kota.
"Kami hanya memberikan peringatan dini dan belum memberikan imbauan lebih jauh. Contoh misalnya, curah hujan di kabupaten Bekasi, curah hujannya di atas 200 mm, hanya itu saja," kata Suharyanto.
Program mitigasi ini direncanakan untuk disiapkan sampai 2029 dan diperlukan karena anggaran pencegahan bencana yang dimiliki BNPB terbatas, berkisar Rp17 miliar hingga Rp19 miliar per tahunnya. Suharyanto juga meminta persetujuan kepada DPR untuk mendapatkan dana pinjaman dari luar negeri.
"Kadang-kadang bencana ini bukan sesuatu yang baru tetapi kejadian yang berulang. Kadang-kadang berulangnya di daerah yang sama. Sehingga ketika daerah itu sudah terjadi bencana, DSP (Dana Siap Pakai) ini kami memanfaatkan juga untuk membangun pencegahan sebagai persiapan menghadapi kemungkinan bencana di masa depan," kata Suharyanto.
Pinjaman ini telah dimulai dan BNPB berhasil memperoleh pinjaman luar negeri sebesar Rp949,168,712,486 yang digunakan untuk membangun pusat pengendalian operasi di 34 provinsi dan 30 kabupaten kota.