"400 Mahasiswa Teknik Bantu Pemulihan Bencana di Sumatra"
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan 400 mahasiswa teknik untuk membantu proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra pada akhir November tahun ini. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa mahasiswa tersebut mayoritas jurusan teknik sipil dan arsitektur. Mereka ditugaskan langsung ke lapangan untuk memverifikasi tingkat kerusakan bangunan, khususnya rumah warga terdampak.
Abdul menekankan pentingnya data yang terkait dengan skema bantuan rumah rusak ringan dan sedang. Data ini akan menjadi dasar penentuan skema tersebut. BNPB juga telah memprioritaskan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut.
Pemerintah daerah masih melakukan laporan berjenjang dari bawah, sehingga data akan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Tersedia informasi bahwa di Provinsi Aceh, status tanggap darurat bencana banjir dan longsor masih diberlakukan hingga 8 Januari 2026 untuk sembilan daerah dari total 18 kabupaten/kota terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan 400 mahasiswa teknik untuk membantu proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra pada akhir November tahun ini. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa mahasiswa tersebut mayoritas jurusan teknik sipil dan arsitektur. Mereka ditugaskan langsung ke lapangan untuk memverifikasi tingkat kerusakan bangunan, khususnya rumah warga terdampak.
Abdul menekankan pentingnya data yang terkait dengan skema bantuan rumah rusak ringan dan sedang. Data ini akan menjadi dasar penentuan skema tersebut. BNPB juga telah memprioritaskan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut.
Pemerintah daerah masih melakukan laporan berjenjang dari bawah, sehingga data akan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Tersedia informasi bahwa di Provinsi Aceh, status tanggap darurat bencana banjir dan longsor masih diberlakukan hingga 8 Januari 2026 untuk sembilan daerah dari total 18 kabupaten/kota terdampak.