Korban Banjir Bandang di Sitaro Jadi 16 Orang, Warga Mengungsi Ratusan Orang
Gempa banjir bandang akhirnya tiba, menyebabkan bencana alam yang parah di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban meninggal dunia menjadi 16 orang hingga pukul 14.00 WIB Senin, 5 Januari 2026.
Diberitakan bahwa masih ada tiga korban hilang yang belum ditemukan, sehingga BNPB berharap dalam waktu hari ini atau besok nanti korban-korban tersebut dapat segera ditemukan. Korban jiwa meninggal dunia berasal dari daerah-daerah tertentu di Kabupaten Kepulauan Sitaro yang terkena dampak banjir bandang.
Selain itu, BNPB juga melaporkan bahwa sebanyak 682 warga terpaksa mengungsi dan tujuh unit rumah hanyut. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah pada 29 rumah lainnya. "Kita harapkan di hari ini atau besok bisa segera ditemukan," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Abdul Muhari juga menjelaskan bahwa BNPB dan pemerintah daerah telah berada di lokasi terdampak untuk mengoptimalkan penanganan tanggap darurat. "Kemudian 682 jiwa warga yang mengungsi bisa kita pastikan kebutuhan logistik dasar permakanannya," katanya.
Pihak BNPB juga mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material lumpur dan bebatuan yang menutup akses permukiman warga. Sejumlah alat berat tengah digeser dari wilayah Sulawesi Utara guna mendukung proses pemulihan lingkungan di lokasi terdampak.
"Dan kita harapkan ini tim dari Sulawesi Utara juga sedang menggeser beberapa unit alat berat supaya pemulihan lingkungan yang sat in terdampak atau banyak sekali lumpur dan batu-batu besar ini bisa segera kita bersihka," katanya.
Gempa banjir bandang akhirnya tiba, menyebabkan bencana alam yang parah di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban meninggal dunia menjadi 16 orang hingga pukul 14.00 WIB Senin, 5 Januari 2026.
Diberitakan bahwa masih ada tiga korban hilang yang belum ditemukan, sehingga BNPB berharap dalam waktu hari ini atau besok nanti korban-korban tersebut dapat segera ditemukan. Korban jiwa meninggal dunia berasal dari daerah-daerah tertentu di Kabupaten Kepulauan Sitaro yang terkena dampak banjir bandang.
Selain itu, BNPB juga melaporkan bahwa sebanyak 682 warga terpaksa mengungsi dan tujuh unit rumah hanyut. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah pada 29 rumah lainnya. "Kita harapkan di hari ini atau besok bisa segera ditemukan," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Abdul Muhari juga menjelaskan bahwa BNPB dan pemerintah daerah telah berada di lokasi terdampak untuk mengoptimalkan penanganan tanggap darurat. "Kemudian 682 jiwa warga yang mengungsi bisa kita pastikan kebutuhan logistik dasar permakanannya," katanya.
Pihak BNPB juga mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material lumpur dan bebatuan yang menutup akses permukiman warga. Sejumlah alat berat tengah digeser dari wilayah Sulawesi Utara guna mendukung proses pemulihan lingkungan di lokasi terdampak.
"Dan kita harapkan ini tim dari Sulawesi Utara juga sedang menggeser beberapa unit alat berat supaya pemulihan lingkungan yang sat in terdampak atau banyak sekali lumpur dan batu-batu besar ini bisa segera kita bersihka," katanya.