Pemerintah Provinsi Aceh memperpanjang status tanggap darurat di empat kabupaten yang masih memerlukan bantuan. Pernyataan ini dilakukan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Demi mengantisipasi kebutuhan akan logistik serta distribusi di wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau, tiga kabupaten ini terus memperpanjang status tanggap darurat hingga 22 Januari 2026. Pernyataan Abdul Muhari menyebutkan perpanjangan status ini untuk meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan yang tetap berlanjut.
Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya memperpanjang status tanggap darurat. Dari total 18 kabupaten/kota yang terkena dampak bencana, hanya empat di antaranya saja yang tetap menjaga status tersebut.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Aceh juga memperpanjang status provinsinya hingga 14 hari ke depan. Tidak ada perubahan di total korban meninggal dan hilang akibat banjir dan longsor Sumatra yang telah diterbitkan.
Demi mengantisipasi kebutuhan akan logistik serta distribusi di wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau, tiga kabupaten ini terus memperpanjang status tanggap darurat hingga 22 Januari 2026. Pernyataan Abdul Muhari menyebutkan perpanjangan status ini untuk meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan yang tetap berlanjut.
Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya memperpanjang status tanggap darurat. Dari total 18 kabupaten/kota yang terkena dampak bencana, hanya empat di antaranya saja yang tetap menjaga status tersebut.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Aceh juga memperpanjang status provinsinya hingga 14 hari ke depan. Tidak ada perubahan di total korban meninggal dan hilang akibat banjir dan longsor Sumatra yang telah diterbitkan.