BNI Kirim Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir di Padang dan Sibolga
Dalam upaya mendukung penanganan bencana dan pemulihan awal masyarakat, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada korban banjir bandang dan tanah longsor di Kota Padang dan Sibolga. Bantuan ini disalurkan melalui program BNI Berbagi sebagai bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung penanganan bencana dan pemulihan awal masyarakat.
Dalam beberapa hari terakhir, Kota Padang dan Sibolga mengalami banjir bandang yang memakan korban jiwa dan rusak paru-paru rumah-rumahan. Kepada korban ini, BNI memberikan bantuan sebesar Rp 25 juta untuk tahap awal tanggap darurat selama satu minggu pascakejadian. Bantuan ini mencakup bahan pangan dan kebutuhan harian seperti beras, mie instan, telur, nasi siap saji, serta perlengkapan bayi dan lansia.
Diprioritaskan bagi wilayah dengan dampak terparah yang telah berstatus darurat, termasuk Koto Tangah dan Kecamatan Pauh. Bantuan ini juga diprioritaskan bagi kepala keluarga (KK) sekitar 2.000 terdampak.
Selain Padang, BNI juga menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak bencana di Sibolga. BNT akan berkoordinasi dengan lembaga terkait jika kondisi bencana di Sibolga berlangsung lebih lama atau berdampak lebih besar.
"Kami berharap bantuan ini bukan hanya memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan dukungan moral bagi masyarakat terdampak," katanya.
Dalam upaya mendukung penanganan bencana dan pemulihan awal masyarakat, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada korban banjir bandang dan tanah longsor di Kota Padang dan Sibolga. Bantuan ini disalurkan melalui program BNI Berbagi sebagai bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung penanganan bencana dan pemulihan awal masyarakat.
Dalam beberapa hari terakhir, Kota Padang dan Sibolga mengalami banjir bandang yang memakan korban jiwa dan rusak paru-paru rumah-rumahan. Kepada korban ini, BNI memberikan bantuan sebesar Rp 25 juta untuk tahap awal tanggap darurat selama satu minggu pascakejadian. Bantuan ini mencakup bahan pangan dan kebutuhan harian seperti beras, mie instan, telur, nasi siap saji, serta perlengkapan bayi dan lansia.
Diprioritaskan bagi wilayah dengan dampak terparah yang telah berstatus darurat, termasuk Koto Tangah dan Kecamatan Pauh. Bantuan ini juga diprioritaskan bagi kepala keluarga (KK) sekitar 2.000 terdampak.
Selain Padang, BNI juga menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak bencana di Sibolga. BNT akan berkoordinasi dengan lembaga terkait jika kondisi bencana di Sibolga berlangsung lebih lama atau berdampak lebih besar.
"Kami berharap bantuan ini bukan hanya memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan dukungan moral bagi masyarakat terdampak," katanya.