Pemerintah akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) ke 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan total senilai Rp 30 triliun. Ini adalah hasil dari efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun ini.
Menurut Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, bantuan ini akan dibagikan dalam tiga bulan, yaitu Oktober, November, dan Desember. Penerima manfaat setiap bulannya akan mendapatkan Rp300.000. Jika ditiup, itu berarti satu kali ambil langsung dapat Rp900.000.
BLTS ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat. Program ini telah diluncurkan pada 16 Oktober 2025 oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Bantuan ini akan disalurkan lewat bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia.
Teddy juga menyebutkan bahwa pemerintah menambah terus bantuan untuk kelompok paling bawah sebagai penerima manfaat. Pemerintahan Presiden Prabowo sangat memperhatikan kebijakan untuk masyarakat miskin. Menurutnya, pagu anggaran tahun 2025 ini adalah Rp71 triliun untuk 20 juta KPM, tapi di era Bapak Presiden Prabowo dinaikkan menjadi Rp110 triliun lebih.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga menyatakan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan bantuan untuk kelompok paling bawah.
Menurut Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, bantuan ini akan dibagikan dalam tiga bulan, yaitu Oktober, November, dan Desember. Penerima manfaat setiap bulannya akan mendapatkan Rp300.000. Jika ditiup, itu berarti satu kali ambil langsung dapat Rp900.000.
BLTS ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat. Program ini telah diluncurkan pada 16 Oktober 2025 oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Bantuan ini akan disalurkan lewat bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia.
Teddy juga menyebutkan bahwa pemerintah menambah terus bantuan untuk kelompok paling bawah sebagai penerima manfaat. Pemerintahan Presiden Prabowo sangat memperhatikan kebijakan untuk masyarakat miskin. Menurutnya, pagu anggaran tahun 2025 ini adalah Rp71 triliun untuk 20 juta KPM, tapi di era Bapak Presiden Prabowo dinaikkan menjadi Rp110 triliun lebih.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga menyatakan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan bantuan untuk kelompok paling bawah.