Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026. Suku bunga Deposit Facility tetap di level 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility di 5,50 persen.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa keputusan ini sesuai dengan fokus kebijakan saat ini yaitu upaya stabilisasi rupiah dari gejolak ketidakpastian global. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Perry menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga ke depan seiring dengan perkiraan inflasi 2026 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen. "Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga dengan memperhatikan terkendalinya inflasi serta perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," ujarnya.
Raport ini menunjukkan bahwa kebijakan BI masih tetap konsisten dalam upaya mengontrol inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa keputusan ini sesuai dengan fokus kebijakan saat ini yaitu upaya stabilisasi rupiah dari gejolak ketidakpastian global. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Perry menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga ke depan seiring dengan perkiraan inflasi 2026 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen. "Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga dengan memperhatikan terkendalinya inflasi serta perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," ujarnya.
Raport ini menunjukkan bahwa kebijakan BI masih tetap konsisten dalam upaya mengontrol inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.