Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, telah berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah insiden tragis di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Saat itu, kendaraan operasional BGN terjebak dalam insiden yang melibatkan puluhan siswa dan guru. Insiden ini terjadi saat kendaraan BGN sedang melakukan distribusi makanan bergizi ke sekolah tersebut.
Pihak BGN akan mengkaji ulang mekanisme pengiriman makanan dan standar kompetensi petugas yang bertugas di lapangan. Kepala BGN menekankan bahwa insiden ini menjadi momentum bagi mereka untuk memperbaiki pedoman teknis dan rekrutmen tenaga pengiriman makanan.
Menurut Dadan, pihak BGN akan memperketat lagi terkait dengan pengiriman petugas di lapangan. Dia juga menekankan bahwa setiap kali terjadi kejadian, pasti ada evaluasi yang terkait dengan proses dan prosedur dalam juknis mereka.
Jumlah korban dari insiden tersebut adalah 22 siswa yang terdampak, dengan tujuh di antaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit Koja karena tidak memiliki dokter spesialis ortopedi di Rumah Sakit Cilincing.
Pihak BGN akan mengkaji ulang mekanisme pengiriman makanan dan standar kompetensi petugas yang bertugas di lapangan. Kepala BGN menekankan bahwa insiden ini menjadi momentum bagi mereka untuk memperbaiki pedoman teknis dan rekrutmen tenaga pengiriman makanan.
Menurut Dadan, pihak BGN akan memperketat lagi terkait dengan pengiriman petugas di lapangan. Dia juga menekankan bahwa setiap kali terjadi kejadian, pasti ada evaluasi yang terkait dengan proses dan prosedur dalam juknis mereka.
Jumlah korban dari insiden tersebut adalah 22 siswa yang terdampak, dengan tujuh di antaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit Koja karena tidak memiliki dokter spesialis ortopedi di Rumah Sakit Cilincing.