BGN Dukung Penyelidikan Kejadian Tragedi Mobil SPPG di SDN Kalibaru 01
Tragedi mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta Utara yang menabrak sejumlah siswa dan guru SD Negeri Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, telah menyedihkan seluruh masyarakat. Badan Gizi Nasional (BGN) turut berduka cita atas kejadian ini dan mengungkapkan keprihatinannya mendalam.
"Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Kami akan bekerja sama penuh dengan kepolisian dalam proses penyelidikan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana.
BGN juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan mekanisme pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Evaluasi itu mencakup koordinasi lapangan, SOP distribusi, hingga pengawasan operasional harian.
Selain itu, BGN juga menjanjikan bahwa semua korban akan mendapatkan layanan medis optimal dan biaya perawatan seluruh korban ditanggung oleh BGN sebagai wujud tanggung jawab. Seluruh distribusi dan layanan Program MBG di lapangan dipastikan akan tetap berjalan tanpa hambatan.
Insiden ini menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat, namun BGN memastikan bahwa mereka akan melakukan segala upaya untuk mencegah terulangnya peristiwa seperti ini. "Kami memperketat standar pengawasan, termasuk verifikasi sopir, penyedia armada, serta kedisiplinan implementasi SOP di lapangan," kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.
Dengan kegembiraan dan harapan, masyarakat Indonesia meminta agar insiden ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan di lapangan.
Tragedi mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta Utara yang menabrak sejumlah siswa dan guru SD Negeri Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, telah menyedihkan seluruh masyarakat. Badan Gizi Nasional (BGN) turut berduka cita atas kejadian ini dan mengungkapkan keprihatinannya mendalam.
"Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Kami akan bekerja sama penuh dengan kepolisian dalam proses penyelidikan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana.
BGN juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan mekanisme pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Evaluasi itu mencakup koordinasi lapangan, SOP distribusi, hingga pengawasan operasional harian.
Selain itu, BGN juga menjanjikan bahwa semua korban akan mendapatkan layanan medis optimal dan biaya perawatan seluruh korban ditanggung oleh BGN sebagai wujud tanggung jawab. Seluruh distribusi dan layanan Program MBG di lapangan dipastikan akan tetap berjalan tanpa hambatan.
Insiden ini menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat, namun BGN memastikan bahwa mereka akan melakukan segala upaya untuk mencegah terulangnya peristiwa seperti ini. "Kami memperketat standar pengawasan, termasuk verifikasi sopir, penyedia armada, serta kedisiplinan implementasi SOP di lapangan," kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.
Dengan kegembiraan dan harapan, masyarakat Indonesia meminta agar insiden ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan di lapangan.