Besok Ada Pengumuman Penting Buat RI: Bisa Jadi Kabar Baik Atau Buruk?
Pemerintah Indonesia akan mengumumkan data inflasi periode Desember 2025 besok, Senin (5/12/2025). Menurut konsensus pasar, Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan mencatat inflasi bulanan sebesar 0,62% dan secara tahunan 2,94%. Ini artinya, inflasi Indonesia pada Desember 2025 tercatat meningkat sebesar 1,17% dibandingkan periode November.
Inflasi ini utamanya tercermin dari kenaikan harga komoditas pangan seperti bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, gula pasir, beras, telur ayam, dan daging ayam. Berdasarkan data PIHPS, rata-rata harga bawang merah naik dari Rp39.124/kg pada 2024 menjadi Rp45.329/kg pada 2025, meningkat sebesar 15,86%. Sementara itu, cabai rawit merah mencatat kenaikan harga yang cukup tinggi, dari rata-rata Rp56.873/kg menjadi Rp65.753/kg pada 2025 atau naik 15,61%.
Kenaikan inflasi ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti lonjakan harga pangan bergejolak, meningkatnya aktivitas konsumsi akhir tahun, serta dorongan dari kenaikan harga emas dan energi nonsubsidi. Selain itu, kondisi geografis dan iklim juga mempengaruhi produksi komoditas pangan.
"Kenaikan inflasi ini utamanya tercermin dari kenaikan harga komoditas pangan seperti bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, gula pasir, beras, telur ayam, dan daging ayam," kata Juniman, Kepala Ekonom Bank Maybank Indonesia.
Sementara itu, Hosianna Situmorang, Ekonom Bank Danamon juga menilai tekanan utama inflasi beras terjadi dari kelompok volatile food akibat terganggunya pasokan. "Pendorong utamanya bersumber dari volatile food, khususnya cabai rawit, telur, dan bawang yang mengalami kenaikan karena pasokan terganggu," katanya.
Kenaikan inflasi ini juga dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi akhir tahun. "Kenapa perlu menunggul, tetapi penasaran, bagaimana kabar baik atau buruknya penerapan harga baru?"
Pemerintah Indonesia akan mengumumkan data inflasi periode Desember 2025 besok, Senin (5/12/2025). Menurut konsensus pasar, Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan mencatat inflasi bulanan sebesar 0,62% dan secara tahunan 2,94%. Ini artinya, inflasi Indonesia pada Desember 2025 tercatat meningkat sebesar 1,17% dibandingkan periode November.
Inflasi ini utamanya tercermin dari kenaikan harga komoditas pangan seperti bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, gula pasir, beras, telur ayam, dan daging ayam. Berdasarkan data PIHPS, rata-rata harga bawang merah naik dari Rp39.124/kg pada 2024 menjadi Rp45.329/kg pada 2025, meningkat sebesar 15,86%. Sementara itu, cabai rawit merah mencatat kenaikan harga yang cukup tinggi, dari rata-rata Rp56.873/kg menjadi Rp65.753/kg pada 2025 atau naik 15,61%.
Kenaikan inflasi ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti lonjakan harga pangan bergejolak, meningkatnya aktivitas konsumsi akhir tahun, serta dorongan dari kenaikan harga emas dan energi nonsubsidi. Selain itu, kondisi geografis dan iklim juga mempengaruhi produksi komoditas pangan.
"Kenaikan inflasi ini utamanya tercermin dari kenaikan harga komoditas pangan seperti bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, gula pasir, beras, telur ayam, dan daging ayam," kata Juniman, Kepala Ekonom Bank Maybank Indonesia.
Sementara itu, Hosianna Situmorang, Ekonom Bank Danamon juga menilai tekanan utama inflasi beras terjadi dari kelompok volatile food akibat terganggunya pasokan. "Pendorong utamanya bersumber dari volatile food, khususnya cabai rawit, telur, dan bawang yang mengalami kenaikan karena pasokan terganggu," katanya.
Kenaikan inflasi ini juga dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi akhir tahun. "Kenapa perlu menunggul, tetapi penasaran, bagaimana kabar baik atau buruknya penerapan harga baru?"