Keinginan Banyak Orang untuk Hidup Lebih Sehat Muncul dalam Resolusi Baru Tahun Ini, Tapi Apa yang Diperlukan untuk Mewujudkannya?
Kegagalan dalam wujudkan resolusi barunya tidak akan menghentikan banyak orang dari terus membuat resolusi di setiap pergantian tahun. Menurut survei yang dilakukan oleh YouGov, lebih dari 1.000 orang Amerika Serikat melihat kesehatan sebagai prioritas utama di tahun 2026. Resolusi seperti "olahraga lebih rajin", "makan lebih sehat", dan "meningkatkan kesehatan fisik" berada di lima besar resolusi terpopuler.
Di Indonesia, survei Kompas menunjukkan bahwa perbaikan kondisi ekonomi adalah prioritas utama. Namun, ini tidak berarti kesehatan terlewat. "Lebih sehat dan bugar" juga masuk dalam lima besar resolusi terpopuler di Indonesia.
Oleh karena itu, apakah ada cara sederhana untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat? Jawabannya adalah bernyanyi. Ya, bernyanyi ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan. Menurut antropolog Anton Killin, berkomunikasi melalui vokalisasi sudah menjadi bagian dari cara manusia berkomunikasi bahkan sebelum bahasa ditemukan.
Berkembangnya kemampuan kita berbicara juga terkait dengan musik. Tidak ada bagian hidup yang terlepas sepenuhnya dari musik, apapun bentuk dan wujudnya. Bahkan, sistem imun tubuh dapat ditingkatkan dengan bernyanyi.
Studi yang dilakukan di Tiongkok dan AS menyebutkan bahwa berbagai penyakit seperti gangguan pernapasan, parkinson, quadriplegia, gangguan mental, dan demensia dapat dipengaruhi oleh bernyanyi. Dengan memantik respons fisiologis yang mirip dengan aktivitas fisik intensitas sedang, konsumsi oksigen meningkat, detak jantung semakin cepat, dan volume udara setiap kali bernapas meningkat.
Selain itu, berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa bernyanyi memiliki pengaruh yang positif pada tekanan darah dan detak jantung. Meskipun aktivitas ini memiliki bentuk "low-impact", namun masih dapat meningkatkan kualitas hidup orang yang menderita artritis atau memiliki keterbatasan fisik.
Selain itu, berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa berbagai penyakit seperti parkinson dan quadriplegia dapat diobati dengan bernyanyi. Bahkan, berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa berbagai penyakit seperti parkinson dan quadriplegia dapat diobati dengan bernyanyi.
Selain itu, berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa berbagai penyakit seperti parkinson dan quadriplegia dapat diobati dengan bernyanyi. Bahkan, berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa berbagai penyakit seperti gangguan mental dan saraf dapat dipengaruhi oleh bernyanyi.
Maka dari itu, berbagai resolusi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup mungkin perlu kita jadikan sebagai tujuan barunya.
Kegagalan dalam wujudkan resolusi barunya tidak akan menghentikan banyak orang dari terus membuat resolusi di setiap pergantian tahun. Menurut survei yang dilakukan oleh YouGov, lebih dari 1.000 orang Amerika Serikat melihat kesehatan sebagai prioritas utama di tahun 2026. Resolusi seperti "olahraga lebih rajin", "makan lebih sehat", dan "meningkatkan kesehatan fisik" berada di lima besar resolusi terpopuler.
Di Indonesia, survei Kompas menunjukkan bahwa perbaikan kondisi ekonomi adalah prioritas utama. Namun, ini tidak berarti kesehatan terlewat. "Lebih sehat dan bugar" juga masuk dalam lima besar resolusi terpopuler di Indonesia.
Oleh karena itu, apakah ada cara sederhana untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat? Jawabannya adalah bernyanyi. Ya, bernyanyi ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan. Menurut antropolog Anton Killin, berkomunikasi melalui vokalisasi sudah menjadi bagian dari cara manusia berkomunikasi bahkan sebelum bahasa ditemukan.
Berkembangnya kemampuan kita berbicara juga terkait dengan musik. Tidak ada bagian hidup yang terlepas sepenuhnya dari musik, apapun bentuk dan wujudnya. Bahkan, sistem imun tubuh dapat ditingkatkan dengan bernyanyi.
Studi yang dilakukan di Tiongkok dan AS menyebutkan bahwa berbagai penyakit seperti gangguan pernapasan, parkinson, quadriplegia, gangguan mental, dan demensia dapat dipengaruhi oleh bernyanyi. Dengan memantik respons fisiologis yang mirip dengan aktivitas fisik intensitas sedang, konsumsi oksigen meningkat, detak jantung semakin cepat, dan volume udara setiap kali bernapas meningkat.
Selain itu, berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa bernyanyi memiliki pengaruh yang positif pada tekanan darah dan detak jantung. Meskipun aktivitas ini memiliki bentuk "low-impact", namun masih dapat meningkatkan kualitas hidup orang yang menderita artritis atau memiliki keterbatasan fisik.
Selain itu, berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa berbagai penyakit seperti parkinson dan quadriplegia dapat diobati dengan bernyanyi. Bahkan, berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa berbagai penyakit seperti parkinson dan quadriplegia dapat diobati dengan bernyanyi.
Selain itu, berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa berbagai penyakit seperti parkinson dan quadriplegia dapat diobati dengan bernyanyi. Bahkan, berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa berbagai penyakit seperti gangguan mental dan saraf dapat dipengaruhi oleh bernyanyi.
Maka dari itu, berbagai resolusi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup mungkin perlu kita jadikan sebagai tujuan barunya.