Bengersoan Bumi Tanah Air, Bapersipil Siap Menghadapi Politisasi Bencana Sumatera
Dalam rangka mengatasi bengersoan yang melanda beberapa wilayah di Sumatera, sekelompok pejuang sipil dengan organisasi Barisan Penggerak Supermasi Sipil (Bapersipil) siap memperebutkan perhatian publik. Organisasi ini didirikan untuk menghadapi politisasi yang dilakukan oleh beberapa pihak dalam bengssoan tersebut.
Rizal Ebiet, salah satu perwakilan Bapersipil, menyatakan bahwa organisasi ini dibentuk secara khusus untuk melawan politisasi bencana dan meneruskan sejarah supermasi sipil. "Kita akan mengadakan pertemuan koalisi aktivis dan masyarakat dalam rangka menolak politisasi bencana Sumatera," kata Ebiet.
Bapersipil juga telah melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi tokoh-tokoh kunci aktivis yang masih memiliki integritas dan pengaruh di berbagai sektor. "Menyatukan persepsi apakah ada yang salah dalam perjalanan reformasi kita selama ini," tutur Ebiet.
Organisasi ini juga siap menjalankan rangkaian kegiatan seperti dialog tanpa baper, konsolidasi kemah aspirasi kebangsaan, dan ikrar gotong royong di Sentul, Hambalang Bogor. Ade Adriansyah Utama, pengagas Bapersipil, menambahkan bahwa bencana bukanlah ajang saling menyalahkan, melainkan momentum nasional untuk bersatu dan menghadirkan solusi.
"Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, negara harus hadir dan membantu masyarakat terdampak bencana secara maksimal. Ini harus diterjemahkan di lapangan melalui kerja nyata dan kolaborasi semua pihak," tambah Ade.
Keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi utama dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan, menurut Ade. "Kami mendorong agar semangat gotong royong terus diperkuat," pungkasnya.
Dalam rangka mengatasi bengersoan yang melanda beberapa wilayah di Sumatera, sekelompok pejuang sipil dengan organisasi Barisan Penggerak Supermasi Sipil (Bapersipil) siap memperebutkan perhatian publik. Organisasi ini didirikan untuk menghadapi politisasi yang dilakukan oleh beberapa pihak dalam bengssoan tersebut.
Rizal Ebiet, salah satu perwakilan Bapersipil, menyatakan bahwa organisasi ini dibentuk secara khusus untuk melawan politisasi bencana dan meneruskan sejarah supermasi sipil. "Kita akan mengadakan pertemuan koalisi aktivis dan masyarakat dalam rangka menolak politisasi bencana Sumatera," kata Ebiet.
Bapersipil juga telah melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi tokoh-tokoh kunci aktivis yang masih memiliki integritas dan pengaruh di berbagai sektor. "Menyatukan persepsi apakah ada yang salah dalam perjalanan reformasi kita selama ini," tutur Ebiet.
Organisasi ini juga siap menjalankan rangkaian kegiatan seperti dialog tanpa baper, konsolidasi kemah aspirasi kebangsaan, dan ikrar gotong royong di Sentul, Hambalang Bogor. Ade Adriansyah Utama, pengagas Bapersipil, menambahkan bahwa bencana bukanlah ajang saling menyalahkan, melainkan momentum nasional untuk bersatu dan menghadirkan solusi.
"Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, negara harus hadir dan membantu masyarakat terdampak bencana secara maksimal. Ini harus diterjemahkan di lapangan melalui kerja nyata dan kolaborasi semua pihak," tambah Ade.
Keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi utama dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan, menurut Ade. "Kami mendorong agar semangat gotong royong terus diperkuat," pungkasnya.