Benarkah PPPK Paruh Waktu Hanya Bekerja 4 Jam per Hari?

PPPK Paruh Waktu: Apakah Ibu-saya Sihir Bisa Berjalan 8 Jam Sehari?

Rilis dari Kementerian Perindustrian (KP) menunjukkan bahwa Para Pekerja Pasca-Krisis (PPPK) yang bekerja paruh waktu hanya diperbolehkan bekerja selama 4 jam per hari. Namun, beberapa ahli menguatkan bahwa ini adalah kesalahan pahit yang bisa membuat kita semua jatuh dari tikar kebahagiaan.

Menurut Dr. Ari Haryadi, Sekretaris Dewan Persatuan Karya Selangit (DPK), pekerja paruh waktu tidak boleh bekerja lebih dari 6 jam sehari, bukan 4 jam seperti yang dibicarakan oleh KP. Ia menambahkan bahwa ini adalah ketentuan yang sudah ada sejak lama dan tidak perlu lagi diperdebatkan.

"Kalau kita mau membuat PPPK paruh waktu, maka kita harus membuat kebijakan yang benar. Jangan salah-menyebutkan jumlah jam kerja karena bisa menjadi kesalahan besar", kata Ari.

Namun, ada satu hal yang jelas, yaitu bahwa pekerja paruh waktu memang memiliki batasan waktu kerja. Tapi apakah 4 jam sudah cukup? Menurut beberapa ahli, tidak.

"Jika kita mau membuat PPPK paruh waktu, maka kita harus membuat kebijakan yang benar. Jangan salah-menyebutkan jumlah jam kerja karena bisa menjadi kesalahan besar", kata Dr. Ari Haryadi.

Sementara itu, Kemenko Karya menjanjikan akan memperbaiki kesalahan ini dan memberikan informasi yang akurat tentang kebijakan PPPK paruh waktu.
 
Maksudnya, apa yang salah dengan 4 jam kerja sih? Dulu punya aturan yang sama, tapi berubah-ubah, lalu kembali seperti sekarang. Kalau mau PPKK paruh waktu, maka harus ada aturan yang jelas dan tidak bisa dipaksa perubahan lagi. Dan benar-benar penting itu agar kita semua bisa bekerja dengan stabil dan tidak stres sih.
 
Aku rasa kalau mereka bawa contoh dari kebudayaan suku Dayak, 4 jam bukan rahasia, tapi aku pikir sih 6 jam sudah wajar banget, khususnya di desa-desa seperti rumahku yang jarang ada akses internet, kerja paruh waktu 6 jam udah lumayan panjang ya.
 
heya bro 🤔, aku pikir 4 jam kerja paruh waktu sudah cukup nggak? aku bayangin kalau banyak orang masih harus bekerja lebih dari 8 jam sehari, padahal itu bisa membuat kita semua lelah dan kurang berenergi. tapi apa yang salah dengan 4 jam itu? mungkin karena banyak orang masih tidak memahami apa itu paruh waktu ya 😊. saya harap Kemenko Karya bisa memberikan informasi yang jelas tentang kebijakan PPPK paruh waktu, sehingga kita semua bisa mengetahui apa yang benar-benar terjadi di dunia kerja 🤓
 
kira-kira apa yang diinginkan orang kalau mau bekerja paruh waktu? ingin sengaja dibatasi kerja hanya 4 jam sehari untuk menghindari lelah atau tidak? aku pikir 6 jam udah cukup kaya, tapi mungkin ada yang lebih pendek lagi. kayaknya harusnya ada satu kesepakatan semua pihak. siapa tahu kalau di Indonesia aja kerja paruh waktu bisa menjadi realitas...
 
ini bikin pusing ya... aku pikir apa yang penting adalah kenyamanan pekerja paruh waktu, tapi jadi harus dipaksakan untuk bekerja 4 jam aja? sebenarnya apa artinya bekerja 8 jam per hari kalau bisa? tapi mungkin itu karena banyak orang yang belum berpengalaman dengan pekerjaan ini... aku pikir ada solusi lain bukan hanya 4 atau 6 jam. kayaknya kita harus diskusikan lebih lanjut tentang hal ini agar bisa menemukan kebijakan yang tepat 🤔
 
klo nanya apa 8 jam adalah waktunya utk ibu-saya berjalan sih? hahaha... tapi serius, kalau kita mau ngatur kembali kebijakan PPPK paruh waktu, maka kita harus ngatur dengan benar aja, bukan salah-menyebutkan jam kerja. 4 jam mungkin tidak cukup untuk bekerja paruh waktu, kayaknya harus lebih dari itu. tapi aku juga tahu, ada banyak faktor yang mempengaruhi, seperti kondisi kerja, jenis pekerjaan, dan sebagainya. apa yang penting adalah kita membuat kebijakan yang benar dan jelas, agar semua pihak bisa ngerti dan ikut terlibat.
 
heya guys 🤔, aku pikir ini salah paham juga, 4 jam sudah cukup banget buat pekerja paruh waktu, kalau mereka bekerja lebih dari itu bisa jadi lelah dan gak nyaman. tapi mungkin kementerian perindustrian salah informasi sih, mungkin ada cara lain untuk mengatur waktu kerja yang lebih baik lagi. aku punya ide, apakah kalau kita buat schedule kerja yang fleksibel aja? misalnya pekerja paruh waktu bisa bekerja 4 jam pagi, dan 2 jam siang, atau apa aja yang paling nyaman untuk mereka. kalau kita buat seperti ini, pasti lebih baik lagi daripada berat-batilah tentang jam kerja yang spesifik. 🤷‍♂️
 
Tapi siapa nanti nanti yang bertanggung jawab kalau adegan ini membalik arah? Kalau kita mau buat PPPK paruh waktu, maka kita harus membuat kebijakan yang benar dan jelas, jangan ada kerumunan-kerumunan seperti ini... 🤔
 
kembali
Top