PEjabat Sementara Dirut BEI Sudah Jadi, Jeffrey Hendrik akan menjadi Pjs Dirut!
Keputusan rapat direksi (radir) yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat lalu telah menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama (Dirut), menggantikan pengunduran diri Dirut BEI yang masih dalam tahap proses.
Menurut direktur teknologi informasi dan manajemen risiko BEI, Sunandar, pengalihan kepemimpinan ke Jeffrey Hendrik baru secara resmi akan diumumkan setelah proses selesai. "Sementara penggantinya itu, Pak Jeffrey (Hendrik). Keputusan radir," ujar Sunandar.
Jeffrey Hendrik yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan akan mengemban jabatan pejabat sementara Dirut BEI sampai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI pada Juni 2026 mendatang. Jabatan ini diberikan efektif mulai Jumat lalu.
Dalam konferensi pers di Wisma Danantara Indonesia Jakarta, Jeffrey Hendrik memastikan bahwa operasional BEI tetap normal dan proses pengambilan keputusan tidak akan terganggu. "Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia," ujar Jeffrey.
Keputusan rapat direksi (radir) yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat lalu telah menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama (Dirut), menggantikan pengunduran diri Dirut BEI yang masih dalam tahap proses.
Menurut direktur teknologi informasi dan manajemen risiko BEI, Sunandar, pengalihan kepemimpinan ke Jeffrey Hendrik baru secara resmi akan diumumkan setelah proses selesai. "Sementara penggantinya itu, Pak Jeffrey (Hendrik). Keputusan radir," ujar Sunandar.
Jeffrey Hendrik yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan akan mengemban jabatan pejabat sementara Dirut BEI sampai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI pada Juni 2026 mendatang. Jabatan ini diberikan efektif mulai Jumat lalu.
Dalam konferensi pers di Wisma Danantara Indonesia Jakarta, Jeffrey Hendrik memastikan bahwa operasional BEI tetap normal dan proses pengambilan keputusan tidak akan terganggu. "Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia," ujar Jeffrey.