Kepala Badan Penyelidik Usaha Laut Nasional (Basarnas) Mohammad Syafii meluruskan bahwa rekaman langkah kaki yang terdeteksi pada smartwatch milik Kopilot Pesawat ATR 42-500 Muhammad Farhan Gunawan sebenarnya dilakukan beberapa bulan lalu saat mengunjungi Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa rekaman itu dikonfirmasi oleh Polda Sulawesi Selatan dan Tim Siber, serta di-broadcast kepada pihak keluarga Farhan setelah diberitahu.
Kata Syafii, peristiwa ini telah menjadi bagian dari operasi pencarian yang dilakukan Basarnas bersama dengan pihak lain. "Dari pihak keluarga juga sudah memahami kebenaran situasi ini, dan kita juga memahami perasaan keluarga. Oleh karena itu, kami mendapat kesempatan untuk menceritakan kejadian ini kepada masyarakat," kata dia.
Basarnas masih berkomitmen untuk mencari korban pesawat ATR 42-500 yang terdampar di Sulawesi Selatan. Tim petugas gabungan selama empat hari masa operasi SAR menghadapi kondisi ekstrem, seperti lokasi kejadian yang berada di medan yang sangat ekstrem dan cuaca yang tidak stabil.
Syafii juga meminta masyarakat untuk mendoakan keselamatan tim petugas gabungan yang tengah bertugas mencari dan mengevakuasi korban. Ia mengakui bahwa operasi SAR ini masih berlangsung, meskipun sudah beberapa hari setelah kecelakaan.
Kata Syafii, peristiwa ini telah menjadi bagian dari operasi pencarian yang dilakukan Basarnas bersama dengan pihak lain. "Dari pihak keluarga juga sudah memahami kebenaran situasi ini, dan kita juga memahami perasaan keluarga. Oleh karena itu, kami mendapat kesempatan untuk menceritakan kejadian ini kepada masyarakat," kata dia.
Basarnas masih berkomitmen untuk mencari korban pesawat ATR 42-500 yang terdampar di Sulawesi Selatan. Tim petugas gabungan selama empat hari masa operasi SAR menghadapi kondisi ekstrem, seperti lokasi kejadian yang berada di medan yang sangat ekstrem dan cuaca yang tidak stabil.
Syafii juga meminta masyarakat untuk mendoakan keselamatan tim petugas gabungan yang tengah bertugas mencari dan mengevakuasi korban. Ia mengakui bahwa operasi SAR ini masih berlangsung, meskipun sudah beberapa hari setelah kecelakaan.