Banyak Artis Dibully Imbas Broken Strings, Aurelie Moeremans: Pliss Jangan!

Pameran Bully: Aurelie Moeremans Mengkhawatirkan Artis di Indonesia yang Dikaitkan dengan Buku Breaknig Strings

Dalam beberapa hari terakhir, pameran bully terhadap sejumlah artis Indonesia telah memicu perhatian masyarakat. Salah satunya adalah Aurelie Moeremans, penulis buku Broken Strings yang mengangkat pengalaman pribadi terkait hubungan toxic dan manipulasi emosional.

Aurelie Moeremans menutup penipuan warganet yang meluapkan komentar negatif dan serangan terhadap karakter-karakter di dalam buku tersebut. Ia mengingatkan netizen untuk menghentikan serangan dan spekulasi berlebihan yang berujung pada aksi bullying.

"Plis jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan. Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar dan jujur aku gak enak bacanya," tulis Aurelie Moeremans.

Aurelie memang mengangkat pengalaman pribadi terkait hubungan toxic dan manipulasi emosional, tetapi ia menekankan bahwa fokus cerita tersebut bukanlah untuk membuka identitas orang-orang di dunia nyata. "Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," lanjutnya.

Meski demikian, sebagian pihak merasa terseret dan bahkan mengklaim diri mereka sebagai karakter tertentu dalam buku tersebut. Aurelie menegaskan bahwa hal itu berada di luar tanggung jawabnya sebagai penulis.

"Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat dibully. Aku nulis karena ingin membuka mata, member awareness, dan semoga bisa membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama," lanjutnya.

Aurelie Moeremans mengharapkan masyarakat untuk tetap bijak dan tidak membiarkan serangan bullying menghantam artis-artis Indonesia. Ia berharap buku tersebut justru bisa membuka mata masyarakat tentang pentingnya empati terhadap korban relasi abusif.
 
Gue penasaran sih mengapa suka banget orang Jepang punya buku Broken Strings ini πŸ€”. Gue pikir kalau roman sih tentang bagaimana Aurelie Moeremans itu menyelesaikan masalah hubungan yang bermasalah dengan teman-temannya, tapi ternyata sih kaya banget aksi bullying di media sosialnya! 🚨

Aku rasa kalau buku ini benar-benar membantu orang-orang untuk memahami bagaimana korban hubungan abusif bisa merasa lemah dan terjebak. Aurelie Moeremans sih kaya bijaksana dalam menulisnya, tapi gue harap lebih banyak orang di Indonesia yang bisa menjadi seperti dia 😊.

Gue juga penasaran, siapa aja yang sering banget bikin komentar negatif dan serangan terhadap karakter-karakter di buku Broken Strings? πŸ€·β€β™‚οΈ Gue pikir kalau mereka sih tidak memiliki ide tentang bagaimana cara berkomunikasi yang sehat dan empati πŸ˜”.
 
Gue rasa Aurelie benar sekali, plis jangan bikin drama di internet. Gue pernah nonton film dengan karakter yang mirip aja, tapi gak ada yang mengatakan hal yang salah tentang mereka. Banyak asumsi online yang bisa bikin orang kesal dan bikin drama, tapi plis biar bijak dulu, kan? 😊

Gue suka buku Broken Strings, tapi gue juga pernah nonton film dengan tema serupa. Gue pikir Aurelie benar sekali kalau dia tidak ingin dibully karena karya-karyanya. Masyarakat Indonesia harus lebih bijak dan tidak membiarkan serangan online menghantam artis-artis yang sedang mengalami kesulitan. Kita bisa menjadi lebih positif dan membantu mereka, bukan membuat drama di internet. πŸ€—
 
Aku paham Aurelie Moeremans udah membuat kontroversi dengan buku Broken Strings, tapi aku pikir bukunya sebenarnya bagus banget untuk membuka mata kita tentang hubungan toxic dan manipulasi emosional. Tapi yang salah adalah kapan-kapan netizen jadi berantakan dan menyerang karakter-karakternya tanpa basa-basi. Aku harap masyarakat tetap bijak dan tidak membiarkan serangan bullying menghantam artis-artis Indonesia, seperti Aurelie. Aku juga senang melihat bahwa Aurelie tidak mau membuat target baru buat dibully, tapi lebih fokus pada membuka mata dan member awareness tentang pentingnya empati terhadap korban relasi abusif. Plis kita jangan lupa untuk selalu mendukung artis-artis Indonesia yang berani mengangkat topik-topik seperti ini! πŸ™ŒπŸ“š
 
aku pikir pameran bully ini kalau kita lihat dari segi positif, nggak cuma membully artis aja, tapi juga buku-buku yang bikin people terkengek 😬. jadi aku rasa harus berbicara tentang pentingnya empati dan tidak membuat gudang spekulasi terhadap orang lain, kita harus lebih bijak dalam memberikan kritik dan pendapat kita πŸ’‘.
 
Gue rasa pameran bully ini kayak banget, kan? 🀯 Mula-mula aku pikir gue harus ngasih opini apa adanya, tapi kemudian aku lihat statistiknya, 71% orang Indonesia yang ditinjau percaya bahwa artis-artis Indonesia terlalu sensitif dan tidak mampu menangani komentar negatif πŸ“Š. Tapi lalu aku melihat grafik dari survei yang dilakukan oleh @MerkurialatNews dan ternyata 63% responden mengatakan bahwa serangan online memang berdampak negatif pada artis-artis Indonesia 😬. Aku rasa pameran bully ini kayak banget, tapi kita juga harus mengingat bahwa 57% orang Indonesia yang ditinjau percaya bahwa media sosial dapat membantu dalam mencegah bullying πŸ“±.

Gue rasa Aurelie Moeremans benar-benar bijak dalam membuka mata tentang pentingnya empati terhadap korban relasi abusif. Aku juga lihat data dari @Kemenkominfo yang menunjukkan 42% artis-artis Indonesia yang dipilih karena bukunya "mengkhawatirkan" atau memiliki tema yang berbau permasalan, tapi ternyata ada di baliknya faktor-faktor lain seperti kehidupan pribadi dan pengalaman personal πŸ’‘.
 
Banyak cara kita bisa belajar dari kehidupan Aurelie Moeremans, tapi apa yang paling aku rasakan adalah perasaannya yang benar-benar bukan hanya tentang dirinya sendiri, tapi juga tentang kita semua πŸ€”. Apa yang terjadi padanya sebenarnya adalah kenyataan bahwa banyak orang yang justru berlari ke arah yang salah, bukan jalan yang tepat. Dan apa yang aku rasakan dari situ ini? Aku merasakan bahwa kita semua harus lebih bijak dalam menangani diri kita sendiri dan juga kita terhadap orang lain, karena tidak ada yang benar-benar "sesuai" atau "tidak sesuai". Kita semua memiliki peran untuk menghentikan serangan bullying dan membuat lingkungan online menjadi lebih baik 🌟.
 
"Gangguan pikiran adalah penyakit yang paling sulit untuk diobati" πŸ€―πŸ“š Memang benar, banyak artis Indonesia yang mengalami perasaan bersalah dan tekanan karena dikaitkan dengan buku yang membahas tentang hubungan toxic dan manipulasi emosional. Tapi apa yang harus kita lakukan? Kita harus mendukung mereka! 🀝🌟
 
Gue rasa ini kayak banget, banyak nggak paham kalau seseorang yang ngabisin diri di buku itu, tapi sekarang malah ngeremehkan dan membully karena mereka ngangkat pengalaman nyata ya. Aurelie Moeremans benar-benar berani untuk membuka mata tentang hal ini, tapi aksesori yang banyak dari pihak netizen nggak punya hati, kayaknya harus lebih bijak dan sopan dalam berkomunikasi.
 
πŸ€£πŸ“šπŸ˜‚ Boleh dipikirkan bahwa Aurelie Moeremans yang "mengkhawatirkan" artis-artis Indonesia ternyata punya watak yang "berantakan" πŸ˜‚πŸ™ƒ Buku Broken Strings pasti bukan cerita konyol-konyol aja! πŸ“πŸ’–
 
gampang aja banget, aku pikir pameran bully ini gila banget! siapa yang punya waktunya untuk membully orang lain? dan why Aurelie Moeremans harus menjadi targetnya? dia hanya nulis buku karena ingin membantu orang lain yang pernah lewatkan isu relasi abusif, tapi siapa tahu kan ada yang akan merasa terancam? aku rasa masyarakat Indonesia lebih bijak lagi, jangan sekali-kali membiarkan serangan bullying menghantam artis-artis Indonesia.
 
kembali
Top