Kabupaten Tangerang, Banten, terkena banjir yang parah sehingga 804 hektare sawah persawahan terendam air. Banjir itu mempengaruhi 39 desa di 15 kecamatan hingga lahan pertanian rusak parahnya. Menurut Kepala Bidang Produksi Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bambang, sekitar 29 hektare sawah mengalami puso atau gagal panen karena banjir.
Banjir itu terjadi selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Beberapa desa yang terkena banjir adalah Desa Carenang, Kecamatan Cisoka. Di sana ada 107 hektare sawah varietas inpari dan ciherang yang terdampak. Banjir itu juga mempengaruhi lahan pertanian lainnya seperti padi mekongga.
Bambang mengatakan bahwa banjir itu merupakan ancaman bagi produksi pertanian di Kabupaten Tangerang. Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan harus segera mengambil tindakan untuk membantu petani yang terkena dampak banjir tersebut.
"Kami harus segera meningkatkan kehadiran sistem drainase dan infrastruktur lainnya untuk mencegah banjir ini berkepanjangan," kata Bambang.
Banjir itu terjadi selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Beberapa desa yang terkena banjir adalah Desa Carenang, Kecamatan Cisoka. Di sana ada 107 hektare sawah varietas inpari dan ciherang yang terdampak. Banjir itu juga mempengaruhi lahan pertanian lainnya seperti padi mekongga.
Bambang mengatakan bahwa banjir itu merupakan ancaman bagi produksi pertanian di Kabupaten Tangerang. Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan harus segera mengambil tindakan untuk membantu petani yang terkena dampak banjir tersebut.
"Kami harus segera meningkatkan kehadiran sistem drainase dan infrastruktur lainnya untuk mencegah banjir ini berkepanjangan," kata Bambang.