Banjir ini telah melanda 20 kecamatan di Karawang, Jawa Barat, akibat meluapnya sungai yang membuat warga harus mengungsi. Pemkab Karawang meminta semua warga yang tinggal dekat aliran sungai tersebut untuk segera meninggalkan rumah dan berlindung di tempat yang lebih aman.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyatakan bahwa banjir ini telah merendam 9.650 rumah di 58 desa/kelurahan dan terdampak oleh 10.927 kepala keluarga (KK) dengan total 31.601 jiwa dewasa, 969 balita, 111 bayi, serta 599 lansia. Namun, karena situasi ini sangat darurat, hanya 1.198 jiwa yang dianggap aman dan dapat tinggal di tempat pengungsian.
"Kami mengimbau agar seluruh masyarakat Karawang mematuhi perintah dari tim evakuasi yang ada di lapangan secara patuh," kata Bupati Asep. "Demi kesehatan dan keselamatan kita bersama di tengah bencana banjir ini."
20 kecamatan yang dilanda banjir adalah Karawang Timur, Karawang Barat, Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Banyusari, Jatisari, Telagasari, Tirtajaya, Rawamerta, Majalaya, Lemahabang, Purwasari, Tempuran, Kutawaluya, Klari, Kotabaru dan Tirtamulya.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyatakan bahwa banjir ini telah merendam 9.650 rumah di 58 desa/kelurahan dan terdampak oleh 10.927 kepala keluarga (KK) dengan total 31.601 jiwa dewasa, 969 balita, 111 bayi, serta 599 lansia. Namun, karena situasi ini sangat darurat, hanya 1.198 jiwa yang dianggap aman dan dapat tinggal di tempat pengungsian.
"Kami mengimbau agar seluruh masyarakat Karawang mematuhi perintah dari tim evakuasi yang ada di lapangan secara patuh," kata Bupati Asep. "Demi kesehatan dan keselamatan kita bersama di tengah bencana banjir ini."
20 kecamatan yang dilanda banjir adalah Karawang Timur, Karawang Barat, Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Banyusari, Jatisari, Telagasari, Tirtajaya, Rawamerta, Majalaya, Lemahabang, Purwasari, Tempuran, Kutawaluya, Klari, Kotabaru dan Tirtamulya.