Banjir yang menghantam Kabupaten Tangerang telah menyebabkan 194,5 hektare tanaman padi gagal panen atau mengalami "puso". Hal ini disebabkan oleh banjir yang melanda daerah tersebut. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, kondisi ini berada di empat kecamatan yaitu Cisoka, Panongan, Jayanti, dan Balaraja.
"Sejak terjadinya cuaca ekstrem pada beberapa pekan lalu, beberapa wilayah di Tangerang telah terdampak banjir," kata Ujang. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang bersama tim penyuluh Kementerian Pertanian masih melakukan identifikasi atau pendataan terhadap wilayah-wilayah pertanian yang terdampak bencana alam.
Dalam upaya penanganan, pemerintah daerah telah melakukan rehabilitasi lahan dan membantu para petani yang terdampak melalui penyaluran bantuan bibit/benih padi. Terkait dengan lahan pertanian yang terindikasi puso, Pemkab Tangerang melalui DPKP telah menyiapkan bantuan benih bagi kelompok tani.
Bencana alam banjir terjadi pada 11-27 Januari 2026 di 27 kecamatan dengan ratusan desa/kelurahan. Menurut Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, bencana ini akibat terjadinya hujan deras sehingga aliran sungai dan danau meluap. Namun, beberapa wilayah masih terendam dengan ketinggian air mencapai 30 sampai 80 sentimeter.
Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini terus berupaya melakukan penanganan melalaui pemulihan pasca bencana oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Sejak terjadinya cuaca ekstrem pada beberapa pekan lalu, beberapa wilayah di Tangerang telah terdampak banjir," kata Ujang. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang bersama tim penyuluh Kementerian Pertanian masih melakukan identifikasi atau pendataan terhadap wilayah-wilayah pertanian yang terdampak bencana alam.
Dalam upaya penanganan, pemerintah daerah telah melakukan rehabilitasi lahan dan membantu para petani yang terdampak melalui penyaluran bantuan bibit/benih padi. Terkait dengan lahan pertanian yang terindikasi puso, Pemkab Tangerang melalui DPKP telah menyiapkan bantuan benih bagi kelompok tani.
Bencana alam banjir terjadi pada 11-27 Januari 2026 di 27 kecamatan dengan ratusan desa/kelurahan. Menurut Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, bencana ini akibat terjadinya hujan deras sehingga aliran sungai dan danau meluap. Namun, beberapa wilayah masih terendam dengan ketinggian air mencapai 30 sampai 80 sentimeter.
Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini terus berupaya melakukan penanganan melalaui pemulihan pasca bencana oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.