Tangerang, CNN Indonesia - Banjir yang merendam beberapa wilayah di Kelurahan Periuk Kota Tangerang kembali naik. Kemarin, air telah surut dari sekitar satu meter, namun dengan hujan deras dalam beberapa jam, debit air kembali meluap. Air ini mencapai ketinggian lebih dari tiga meter sehingga aktivitas warga di daerah tertinggal lumpuh dan banyak rumah tidak bisa ditempati.
Lurah Periuk menjelaskan bahwa banjir meresahkan karena kondisi hujan yang deras dan debit air meningkat. "Kita lihat, kemarin sempat surut sekitar satu meter. Tapi dengan kondisi hujan deras dari pukul satu sampai empat dini hari, debit air kembali naik sekitar empat puluh sentimeter," kata Anang Sunardi.
Selain merendam Perumahan Periuk Damai RW 08 yang mencakup lima RT, banjir juga menggenangi kawasan Mutiara Pluit di RW 11. Genangan ini membuat sebagian besar warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Terkait jumlah pengungsi, Anang menyebut hampir seribu warga kini terkonsentrasi di satu titik karena keterbatasan lokasi pengungsian.
Di tengah kondisi tersebut, masih ada warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka untuk menjaga harta benda. Aparat gabungan bersama relawan terus melakukan pemantauan dan evakuasi, terutama bagi kelompok rentan yang berada di titik terdalam genangan.
Banjir di wilayah Periuk diketahui dipicu oleh luapan Situ Bulak yang merupakan aliran air dari kali Sabi dan kali LEDUK. Posisi permukiman yang berada di bagian hilir serta kontur tanah yang lebih rendah membuat air sulit mengalir keluar, sehingga penyedotan belum dapat dilakukan secara maksimal.
Warga berharap pemerintah pusat dan daerah segera melakukan penanganan jangka panjang, mulai dari normalisasi sungai hingga penguatan tanggul, agar banjir yang kerap berulang di kawasan Periuk tidak terus menimbulkan dampak besar bagi keselamatan dan kehidupan masyarakat.
Lurah Periuk menjelaskan bahwa banjir meresahkan karena kondisi hujan yang deras dan debit air meningkat. "Kita lihat, kemarin sempat surut sekitar satu meter. Tapi dengan kondisi hujan deras dari pukul satu sampai empat dini hari, debit air kembali naik sekitar empat puluh sentimeter," kata Anang Sunardi.
Selain merendam Perumahan Periuk Damai RW 08 yang mencakup lima RT, banjir juga menggenangi kawasan Mutiara Pluit di RW 11. Genangan ini membuat sebagian besar warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Terkait jumlah pengungsi, Anang menyebut hampir seribu warga kini terkonsentrasi di satu titik karena keterbatasan lokasi pengungsian.
Di tengah kondisi tersebut, masih ada warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka untuk menjaga harta benda. Aparat gabungan bersama relawan terus melakukan pemantauan dan evakuasi, terutama bagi kelompok rentan yang berada di titik terdalam genangan.
Banjir di wilayah Periuk diketahui dipicu oleh luapan Situ Bulak yang merupakan aliran air dari kali Sabi dan kali LEDUK. Posisi permukiman yang berada di bagian hilir serta kontur tanah yang lebih rendah membuat air sulit mengalir keluar, sehingga penyedotan belum dapat dilakukan secara maksimal.
Warga berharap pemerintah pusat dan daerah segera melakukan penanganan jangka panjang, mulai dari normalisasi sungai hingga penguatan tanggul, agar banjir yang kerap berulang di kawasan Periuk tidak terus menimbulkan dampak besar bagi keselamatan dan kehidupan masyarakat.