Banjir Cikande Tangerang Telan Korban Jiwa, 2 Bocah Tewas Tenggelam

Pembangunan banjir di Taman Cikande, Tangerang, Banten, mengakibatkan korban jiwa dua orang anak berusia 10 tahun. Dua anak tersebut, Umam dan Fariz, meninggal dunia saat bermain air di perumahan tersebut.

Sumber, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, tiga anak menjadi korban dalam insiden itu, dua dari mereka meninggal, sedangkan satu berhasil diselamatkan dengan cedera ringan.

Peristiwa ini terjadi saat ketiga anak tersebut bermain air di perumahan yang mengalami banjir akibat luapan sungai Cidurian. Menurut Taufik, insiden ini menimbulkan kepanikan masyarakat setempat, sehingga petugas segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan upaya evakuasi bersama warga.

Ketiga anak tersebut diduga terpeleset dan tenggelam di saluran irigasi yang berada di lokasi banjir. Setelah berhasil ditemukan, mereka langsung diberikan pertolongan pertama oleh petugas, tetapi dua dari mereka tidak bertahan hidup.

Sementara itu, korban selamat diserahkan kepada RSUD Tobat Balaraja untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Banjir di Cikande telah terjadi sejak awal pekan lalu dan surut perlahan pada Sabtu keesokan harinya.
 
Mana aja gini lagi, ternyata banjir di Cikande bisa jadi pembangunan yang salah juga. Mereka bangun banjir di tempat yang berpotensi mengancam kehidupan orang banyak, tapi apa sih yang terjadi? Kita lihat kasus ini saja, dua anak kecil saja yang korban! Kenapa sih harus begitu? Aduh, kalau mereka bisa memikirkan keselamatan masyarakat sebelum bangun proyek, mungkin tidak akan ada korban jiwa seperti ini. Tapi kini cuma kita lihat korban dan merasa marah.
 
Saya rasa ini malas banget pembangunan banjir di daerah tersebut! Mending dipadatikan juga deh, tapi gini kabur sih. Dua anak bermain air dan kabur sih, ternyata ada saluran irigasi yang tidak aman. Saya khawatir banjir lagi, karena sistem irigasi di daerah tersebut pasti belum sempurna.
 
Banjir itu terus berlanjut juga di daerah lain kan? Saya senang ya petugas yang cepat datang, tapi dua anak itu nggak bisa bertahan hidup.. Mereka berdua anak kecil, Umam dan Fariz, cuma 10 tahun aja. Kenapa harus banjir di perumahan itu juga sih? Saya harap warga setempat bisa mendapatkan bantuan yang tepat dari pemerintah...
 
Banget aisi, banjir di Taman Cikande ternyata malah membawa korban jiwa yang truspek sekali 🤕. Siapa nih yang memikirkan tentang keselamatan anak-anak bermain air di situ? Jika ada sistem pemantauan banjir yang tepat, ini gak perlu terjadi 😔. Dan apa lagi, insiden ini bisa jadi bisa dihindari jika orang tua lebih teliti saat mengawasi anak-anaknya. Aku penasaran siapa yang bertanggung jawab atas keamanan tersebut? 🤔
 
Kekelamatan ini benar-benar menghantarkan kita semua ke tempat yang mustahil, kan? Tiga anak kecil bermain air di banjir, tidak ada yang berharap akan terjadi seperti ini... 😩 Selain itu, perlu diingat bahwa kedua orang tersebut, Umam dan Fariz, seorang ibu yang sangat mencintai mereka berdua, benar-benar kehilangan anak-anaknya dalam waktu singkat. Mari kita ambil kesempatan ini untuk lebih waspada dan wasihat terhadap kondisi perumahan dan infrastruktur di daerah-daerah tersebut, agar tidak ada yang mengalami kesedihan seperti keluarga Umam dan Fariz. 💔
 
Makasih kalau ada banjir di Taman Cikande, tapi bagaimana kalau kita harus khawatir sih kan? Mereka sih anak-anak, nanti kalau banjir itu terjadi lagi, apa yang akan mereka lakukan? Pulang ke rumah ya aja, tapi siapa tahu banjir itu bisa datang kembali pada saat-saat tertentu. Makanya kita harus berperhatian dulu kan, sebelum banjir ini menjadi masalah yang lebih parah.
 
Mengingat apa yang terjadi dibeberapa tempat ngebanjiri, aku pikir banjir itu harus diatasi dengan serius ya, tapi siapa tahu bagaimana penyebabnya, apalagi kalau ada anak kecil yang manggil 😔. Maksimalisme bukan berarti kita tidak peduli dengan masalah-masalah ini, tapi lebih kepada kita harus mencari solusi yang tepat dan jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini, yang membuat kita merasa sedih dan takut untuk kecewa 🤕.
 
Oh iya, ini salah satu contoh bagaimana banjir bisa terjadi dengan cepat dan tanpa kita sadari. Saya rasa pemerintah sudah melakukan banyak upaya untuk mengatasi masalah banjir di daerah ini, tapi masih ada yang perlu diperhatikan. Misalnya, pasti ada banyak orang yang belum diprediksi oleh sistem pengawasan banjir saat itu, sehingga kita harus lebih hati-hati dan siap terhadap banjir seperti ini.

Saya juga merasa sedih sekali dengan kehilangan dua anak muda itu. Mereka masih sangat muda dan memiliki banyak harapan di masa depan. Saya berharap pemerintah bisa melakukan analisis yang lebih baik tentang apa saja yang salah saat insiden ini terjadi, sehingga kita bisa menghindari hal seperti ini di masa depan 🤕
 
kembali
Top