Pagi ini, Senin (5/1), Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara mengalami banjir bandang yang parah. Akibatnya, 11 orang meninggal dunia dan masih banyak lagi yang hilang. Korban meninggal dunia, terutama dari enam jenazah telah teridentifikasi, sementara lima jenazah masih dalam pendataan.
Banyak keluarga korban meninggal dunia yang kehilangan anggota keluarganya ini sangat sedih dan membutuhkan bantuan. BPBD Kabupaten Sitaro memberikan fasilitas pemakaman korban, sehingga keluarga korban dapat mendapatkan perawatan yang tepat.
Selain itu, kejadian ini juga berdampak pada 444 jiwa yang harus mengungsi karena banjir bandang. Pemerintah daerah setempat membuka pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan alat tidur, kids wear, dan makanan siap saji di pengungsian.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, wilayah terdampak meluas menjadi empat kecamatan. Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Karena cuaca buruk, Operasi SAR tidak dilanjutkan di malam hari. Namun, operasi ini akan dilanjutkan lagi begitu matahari terbit pada Selasa (6/1/2025).
Sementara itu, banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro terjadi setelah hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama. Insiden ini juga berdampak pada material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga bangunan warga.
Sementara itu, BNPB mengklaim bahwa mereka telah memantau keadaan darurat di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Banyak keluarga korban meninggal dunia yang kehilangan anggota keluarganya ini sangat sedih dan membutuhkan bantuan. BPBD Kabupaten Sitaro memberikan fasilitas pemakaman korban, sehingga keluarga korban dapat mendapatkan perawatan yang tepat.
Selain itu, kejadian ini juga berdampak pada 444 jiwa yang harus mengungsi karena banjir bandang. Pemerintah daerah setempat membuka pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan alat tidur, kids wear, dan makanan siap saji di pengungsian.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, wilayah terdampak meluas menjadi empat kecamatan. Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Karena cuaca buruk, Operasi SAR tidak dilanjutkan di malam hari. Namun, operasi ini akan dilanjutkan lagi begitu matahari terbit pada Selasa (6/1/2025).
Sementara itu, banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro terjadi setelah hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama. Insiden ini juga berdampak pada material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga bangunan warga.
Sementara itu, BNPB mengklaim bahwa mereka telah memantau keadaan darurat di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.