Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, menghadapi kehancuran di akibat banjir bandang yang menerjang tiga kecamatan. Pada Senin pagi, 11 orang meninggal dunia dan masih dinyatakan hilang hingga pukul 19.00 WIB. Sejarah ini menunjukkan bahwa banjir bandang di wilayah tersebut terjadi setelah hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selama beberapa jam.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa dari 11 korban meninggal dunia, enam jenazah telah teridentifikasi. Selain itu, lima jenazah masih dalam pendataan. BPBD Kabupaten Sitaro juga memberikan fasilitas pemakaman korban.
Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamat (SAR) tidak dilanjutkan di malam hari karena terhalang cuaca buruk. Namun, operasi SAR akan dilanjutkan lagi pada Selasa pagi, ketika matahari terbit. Pihak berwenang juga membuka pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan alat tidur, kids wear, dan makanan siap saji untuk 444 jiwa yang harus mengungsi.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, wilayah terdampak meluas menjadi empat kecamatan. Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, yang berlaku selama 14 hari.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa dari 11 korban meninggal dunia, enam jenazah telah teridentifikasi. Selain itu, lima jenazah masih dalam pendataan. BPBD Kabupaten Sitaro juga memberikan fasilitas pemakaman korban.
Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamat (SAR) tidak dilanjutkan di malam hari karena terhalang cuaca buruk. Namun, operasi SAR akan dilanjutkan lagi pada Selasa pagi, ketika matahari terbit. Pihak berwenang juga membuka pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan alat tidur, kids wear, dan makanan siap saji untuk 444 jiwa yang harus mengungsi.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, wilayah terdampak meluas menjadi empat kecamatan. Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, yang berlaku selama 14 hari.