Rabu 28 Januari 2026, cuaca ekstrem masih berpotensi mengancam 30 daerah di Jawa Tengah, sehingga masyarakat harus waspada terhadap bencana hidrometeorologi. Gelombang tinggi berkisar antara 1,25-4 meter di perairan utara dan selatan Jawa Tengah, yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.
Hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir terjadi pada 30 daerah Pantura, Solo Raya, dan Jawa Tengah bagian selatan. Daerah-daerah tersebut diwarnai dengan awan tebal dan kabut yang menutupi Gunung Slamet.
Selain gelombang tinggi, air laut pasang (rob) meningkat di perairan utara, sehingga berpotensi menyebabkan banjir di Pantura Jawa Tengah. Sementara itu, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam.
BMKG menantang penggiat di perairan Jawa Tengah untuk waspada menghadapi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. "Awas terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida.
Daerah-daerah yang berpotensi cuaca ekstrem antara lain Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Pati, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Surakarta, Semarang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Masyarakat Jawa Tengah diminta waspada terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan.
Hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir terjadi pada 30 daerah Pantura, Solo Raya, dan Jawa Tengah bagian selatan. Daerah-daerah tersebut diwarnai dengan awan tebal dan kabut yang menutupi Gunung Slamet.
Selain gelombang tinggi, air laut pasang (rob) meningkat di perairan utara, sehingga berpotensi menyebabkan banjir di Pantura Jawa Tengah. Sementara itu, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam.
BMKG menantang penggiat di perairan Jawa Tengah untuk waspada menghadapi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. "Awas terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida.
Daerah-daerah yang berpotensi cuaca ekstrem antara lain Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Pati, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Surakarta, Semarang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Masyarakat Jawa Tengah diminta waspada terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan.