Bertapa menariknya konsep fidyah dalam konteks ibadah puasa Ramadan, salah satu bentuk keringanan bagi mereka yang benar-benar tidak mampu menjalankan puasa karena kondisi tertentu. Fidyah sendiri berarti "mengganti" atau "menebus", yaitu menggantikan puasa Ramadan yang ditinggalkan dengan cara memberi makan orang miskin.
Menurut ulama, kriteria orang yang wajib membayar fidyah adalah orang tua renta yang secara fisik sudah tidak memungkinkan untuk berpuasa dan kecil kemungkinan mampu berpuasa di kemudian hari. Hal ini dibuktikan dalam ayat Al-Qur'an surah Al-Baqarah, ayat 184, yang menyatakan bahwa wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah.
Fidyah dibayarkan dengan memberi makan seorang miskin dan merupakan alternatif bagi golongan tertentu yang tidak dapat menjalankan puasa. Fidyah bukanlah sama dengan qadha puasa, yaitu menggantikan puasa di luar Ramadhan. Fidyah dilakukan dengan membayar tebusan berupa makanan atau nilai setara kepada fakir miskin.
Dalam praktiknya, fidyah dapat dibayarkan dengan uang jika tidak ada orang miskin yang bisa diberi makan. Namun, perlu diingat bahwa fidyah merupakan kewajiban spiritual dan tidak boleh dibayar dengan uang saja.
Jadi, siapa yang wajib membayar fidyah? Orang tua renta yang secara fisik sudah tidak memungkinkan untuk berpuasa dan kecil kemungkinan mampu berpuasa di kemudian hari. Berapa besarannya? Berupa memberi makan orang miskin dengan nilai setara atau membayar tebusan berupa uang jika tidak ada orang miskin yang bisa diberi makan.
Jadi, agar ibadah yang ditinggalkan tetap tergantikan sesuai tuntunan syariat, penting untuk memahami fidyah secara benar.
Menurut ulama, kriteria orang yang wajib membayar fidyah adalah orang tua renta yang secara fisik sudah tidak memungkinkan untuk berpuasa dan kecil kemungkinan mampu berpuasa di kemudian hari. Hal ini dibuktikan dalam ayat Al-Qur'an surah Al-Baqarah, ayat 184, yang menyatakan bahwa wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah.
Fidyah dibayarkan dengan memberi makan seorang miskin dan merupakan alternatif bagi golongan tertentu yang tidak dapat menjalankan puasa. Fidyah bukanlah sama dengan qadha puasa, yaitu menggantikan puasa di luar Ramadhan. Fidyah dilakukan dengan membayar tebusan berupa makanan atau nilai setara kepada fakir miskin.
Dalam praktiknya, fidyah dapat dibayarkan dengan uang jika tidak ada orang miskin yang bisa diberi makan. Namun, perlu diingat bahwa fidyah merupakan kewajiban spiritual dan tidak boleh dibayar dengan uang saja.
Jadi, siapa yang wajib membayar fidyah? Orang tua renta yang secara fisik sudah tidak memungkinkan untuk berpuasa dan kecil kemungkinan mampu berpuasa di kemudian hari. Berapa besarannya? Berupa memberi makan orang miskin dengan nilai setara atau membayar tebusan berupa uang jika tidak ada orang miskin yang bisa diberi makan.
Jadi, agar ibadah yang ditinggalkan tetap tergantikan sesuai tuntunan syariat, penting untuk memahami fidyah secara benar.