Asing menyerempak saham-saham besar di pasar bursa, meskipun IHSG bergerak naik. Pada perdagangan pekan lalu, investor asing melakukan pembelian bersih jumbo sebesar Rp4,38 triliun dan penjualan bersih sebesar Rp170,96 miliar. Apakah saham-saham besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI yang ditakuk oleh asing?
Menurut Indo Premier, di antara 10 saham terbanyak yang dilepas asing adalah BBRI dengan nilai Rp1,76 triliun, diikuti oleh BBCA sebesar Rp159 triliun. Sementara itu, CASA dan APIC juga menempati posisi kedua dan ketiga dengan nilai Rp105,2 miliar dan Rp101,3 miliar, masing-masing.
Investor asing tidak hanya menargetkan saham-saham besar, tetapi juga beberapa perusahaan lain seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dengan nilai Rp247,3 miliar dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. dengan nilai Rp196,6 miliar. Namun, perlu diingat bahwa investor asing melakukan pembelian dan penjualan saham dalam rentang waktu singkat, hanya tiga hari di akhir pekan lalu.
Pertanyaan yang muncul adalah apa penyebab investor asing melakukan serempak di pasar bursa? Apakah ada indikasi dari tren peredaran saham di masa depan? Untuk itu, kita harus menunggu data dan analisis yang lebih spesifik dari pasar bursa.
Menurut Indo Premier, di antara 10 saham terbanyak yang dilepas asing adalah BBRI dengan nilai Rp1,76 triliun, diikuti oleh BBCA sebesar Rp159 triliun. Sementara itu, CASA dan APIC juga menempati posisi kedua dan ketiga dengan nilai Rp105,2 miliar dan Rp101,3 miliar, masing-masing.
Investor asing tidak hanya menargetkan saham-saham besar, tetapi juga beberapa perusahaan lain seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dengan nilai Rp247,3 miliar dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. dengan nilai Rp196,6 miliar. Namun, perlu diingat bahwa investor asing melakukan pembelian dan penjualan saham dalam rentang waktu singkat, hanya tiga hari di akhir pekan lalu.
Pertanyaan yang muncul adalah apa penyebab investor asing melakukan serempak di pasar bursa? Apakah ada indikasi dari tren peredaran saham di masa depan? Untuk itu, kita harus menunggu data dan analisis yang lebih spesifik dari pasar bursa.