Dalam upaya mencegah kekhawatiran terkait dengan sumber daya asing keluar dari pasar modal Indonesia setelah MSCI mengumumkan kebijakan "freeze rebalancing" indeks saham Indonesia, perusahaan investasi Danantara Pandu Patria Sjahrir telah menetapkan langkah untuk mempertebal likuiditas di pasar modal. Menurut Chief Investment Officer (CIO) dan CEO Danantara, strategi yang dilakukan melibatkan melakukan investasi secara aktif di pasar modal mulai Senin hingga Selasa, Rabu, dan Kamis ke depan.
Ia menjelaskan bahwa target saham yang akan dikoleksi untuk perdagangan esok hari telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut. Dalam setidaknya enam bulan ke depan, pendanaan Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) Indonesia diharapkan ditempatkan di pasar modal.
Pandu juga menitipkan pesan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan organisasi self-regulatory lainnya untuk terus memperkuat fundamental pasar modal, karena keputusan investasi yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan tersebut.
Selain itu, Danantara juga telah mendapatkan arahan untuk hanya masuk ke saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi, fundamental kuat, serta valuasi yang baik. Perusahaan ini diharapkan menjadi active participant di pasar modal Indonesia, baik di pasar bond maupun public equity market.
Ia menjelaskan bahwa target saham yang akan dikoleksi untuk perdagangan esok hari telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut. Dalam setidaknya enam bulan ke depan, pendanaan Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) Indonesia diharapkan ditempatkan di pasar modal.
Pandu juga menitipkan pesan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan organisasi self-regulatory lainnya untuk terus memperkuat fundamental pasar modal, karena keputusan investasi yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan tersebut.
Selain itu, Danantara juga telah mendapatkan arahan untuk hanya masuk ke saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi, fundamental kuat, serta valuasi yang baik. Perusahaan ini diharapkan menjadi active participant di pasar modal Indonesia, baik di pasar bond maupun public equity market.