Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menandatangani keputusan untuk keluar dari 66 organisasi dunia, yang diberdaya oleh PBB. Menurut keterangan resmi Gedung Putih, pemerintah Trump meninjau laporan dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan mengambil keputusan ini setelah mempertimbangkan beberapa alasan.
Salah satu alasan utama adalah organisasi-organisai ini telah sering mengkritik kebijakan AS. Menurut keterangan resmi, pemerintahan Trump percaya bahwa organisasi-organisai ini tidak efektif dan efisien dalam mengatasi isu-isu yang dianggap penting oleh AS.
Selain itu, pemerintah Trump juga menilai bahwa 66 organisasi internasional ini telah mempromosikan kebijakan iklim radikal, tata kelola global, dan program ideologis yang bertentangan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi AS. Menurut keterangan resmi, pemerintah Trump juga mengklaim bahwa organisasi-organisai ini telah menyia-nyiakan uang pembayar pajak dengan mengaku mengatasi isu-isu penting namun tidak mencapai hasil nyata.
Pemerintahan Trump juga berdalih melakukannya atas nama penghematan atau efisiensi anggaran. Menurut keterangan resmi, pemerintah Trump mengingatkan publik dengan keputusan ini untuk menghemat uang pembayar pajak dan memfokuskan kembali sumber daya pada prioritas "America First".
Daftar organisasi internasional yang akan ditinggalkan AS mencakup beberapa organisasi PBB dan organisasi non-PBB. Beberapa organisasi yang diantarkan adalah Colombo Plan, Forum Kontraterorisme Global, IPCC, International IDEA, hingga IDLO.
Sementara itu, 31 organisasi PBB yang ditinggalkan oleh pemerintahan Trump adalah sebagai berikut: Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial, Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, Komisi Hukum Internasional, Mekanisme Residual Internasional untuk Pengadilan Pidana, dan lain-lain.
Salah satu alasan utama adalah organisasi-organisai ini telah sering mengkritik kebijakan AS. Menurut keterangan resmi, pemerintahan Trump percaya bahwa organisasi-organisai ini tidak efektif dan efisien dalam mengatasi isu-isu yang dianggap penting oleh AS.
Selain itu, pemerintah Trump juga menilai bahwa 66 organisasi internasional ini telah mempromosikan kebijakan iklim radikal, tata kelola global, dan program ideologis yang bertentangan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi AS. Menurut keterangan resmi, pemerintah Trump juga mengklaim bahwa organisasi-organisai ini telah menyia-nyiakan uang pembayar pajak dengan mengaku mengatasi isu-isu penting namun tidak mencapai hasil nyata.
Pemerintahan Trump juga berdalih melakukannya atas nama penghematan atau efisiensi anggaran. Menurut keterangan resmi, pemerintah Trump mengingatkan publik dengan keputusan ini untuk menghemat uang pembayar pajak dan memfokuskan kembali sumber daya pada prioritas "America First".
Daftar organisasi internasional yang akan ditinggalkan AS mencakup beberapa organisasi PBB dan organisasi non-PBB. Beberapa organisasi yang diantarkan adalah Colombo Plan, Forum Kontraterorisme Global, IPCC, International IDEA, hingga IDLO.
Sementara itu, 31 organisasi PBB yang ditinggalkan oleh pemerintahan Trump adalah sebagai berikut: Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial, Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, Komisi Hukum Internasional, Mekanisme Residual Internasional untuk Pengadilan Pidana, dan lain-lain.