Amerika Serikat menghadapi cuaca ekstrem yang tak terduga, yaitu badai salju dan hujan es yang menyebabkan lebih dari 800 ribu rumah tanpa aliran listrik. Pusaran kutub (polar vortex) merupakan penyebab utama cuaca ini, dengan angin barat yang kuat dan terbentuk di atas kawasan Arktik.
"Cuaca seperti ini sangat berbahaya bagi warga, karena suhu dingin ekstrem dapat menyebabkan hipotermia," kata Gubernur New York, Kathy Hochul. Badai musim dingin yang berlangsung secara ekstrem juga telah menyebabkan penutupan sekolah dan jalan raya di wilayah terdampak.
Saat ini, setidaknya 7 korban tewas yang telah terkonfirmasi akibat badai. Hampir setengah negara bagian AS telah menyatakan keadaan darurat karena cuaca ekstrem. Senat AS juga telah membatalkan agenda pemungutan suara yang semula dijadwalkan.
Menurut ahli klimatologi, parahnya badai dan dampak yang terjadi kemungkinan terpengaruh oleh krisis iklim. Perubahan pola pusaran kutub diduga turut disebabkan karena perubahan suhu permukaan laut dunia yang makin meningkat.
"Cuaca seperti ini sangat berbahaya bagi warga, dan kita harus waspada terhadap dampaknya," kata Zohran Mamdani, Wali Kota New York City.
"Cuaca seperti ini sangat berbahaya bagi warga, karena suhu dingin ekstrem dapat menyebabkan hipotermia," kata Gubernur New York, Kathy Hochul. Badai musim dingin yang berlangsung secara ekstrem juga telah menyebabkan penutupan sekolah dan jalan raya di wilayah terdampak.
Saat ini, setidaknya 7 korban tewas yang telah terkonfirmasi akibat badai. Hampir setengah negara bagian AS telah menyatakan keadaan darurat karena cuaca ekstrem. Senat AS juga telah membatalkan agenda pemungutan suara yang semula dijadwalkan.
Menurut ahli klimatologi, parahnya badai dan dampak yang terjadi kemungkinan terpengaruh oleh krisis iklim. Perubahan pola pusaran kutub diduga turut disebabkan karena perubahan suhu permukaan laut dunia yang makin meningkat.
"Cuaca seperti ini sangat berbahaya bagi warga, dan kita harus waspada terhadap dampaknya," kata Zohran Mamdani, Wali Kota New York City.