AS Ajak Perusahaan Minyak Kembali Berinvestasi di Venezuela dengan Harapan Mengaktifkan Sektor Minyak yang Tengah Kesulitan.
Kemari, pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali mengajak para bos perusahaan minyak untuk kembali berinvestasi di kilang-kilang minyak Venezuela. Pada awal 2000-an, Venezuela menyita sejumlah aset milik perusahaan minyak internasional karena menolak memberikan kendali operasional lebih besar kepada PDVSA, perusahaan negara yang diwajibkan oleh mendiang Presiden Hugo Chavez.
Sebagai contoh, perusahaan raksasa minyak AS, Chevron, memilih bernegosiasi agar tetap beroperasi di Venezuela melalui pembentukan usaha patungan dengan PDVSA. Sementara itu, pesaingnya seperti Exxon Mobil dan ConocoPhillips menempuh jalur arbitrase internasional untuk menuntut ganti rugi.
Presiden AS Donald Trump secara langsung mengajak para pejabat industri minyak untuk kembali berinvestasi di Venezuela dengan harapan dapat mengaktifkan sektor minyak yang tengah kesulitan. Menurutnya, perusahaan-perusahaan Amerika siap untuk melawan tantangan ini dan memulihkan utang atau kompensasi atas pengambilalihan aset di masa lalu.
Dalam beberapa diskusi terbaru antara pemerintahan AS dan para eksekutif industri minyak, skenario bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro tidak lagi berkuasa menjadi salah satu syarat agar perusahaan dapat memulihkan utang atau kompensasi atas pengambilalihan aset di masa lalu.
Kemari, pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali mengajak para bos perusahaan minyak untuk kembali berinvestasi di kilang-kilang minyak Venezuela. Pada awal 2000-an, Venezuela menyita sejumlah aset milik perusahaan minyak internasional karena menolak memberikan kendali operasional lebih besar kepada PDVSA, perusahaan negara yang diwajibkan oleh mendiang Presiden Hugo Chavez.
Sebagai contoh, perusahaan raksasa minyak AS, Chevron, memilih bernegosiasi agar tetap beroperasi di Venezuela melalui pembentukan usaha patungan dengan PDVSA. Sementara itu, pesaingnya seperti Exxon Mobil dan ConocoPhillips menempuh jalur arbitrase internasional untuk menuntut ganti rugi.
Presiden AS Donald Trump secara langsung mengajak para pejabat industri minyak untuk kembali berinvestasi di Venezuela dengan harapan dapat mengaktifkan sektor minyak yang tengah kesulitan. Menurutnya, perusahaan-perusahaan Amerika siap untuk melawan tantangan ini dan memulihkan utang atau kompensasi atas pengambilalihan aset di masa lalu.
Dalam beberapa diskusi terbaru antara pemerintahan AS dan para eksekutif industri minyak, skenario bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro tidak lagi berkuasa menjadi salah satu syarat agar perusahaan dapat memulihkan utang atau kompensasi atas pengambilalihan aset di masa lalu.