Teluk Tengah Kembali Memanas, UEA dan Arab Saudi Menjadi Sorotan Konflik di Yaman
Konflik di Yaman telah menyebabkan ketegangan di antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi. Serangan udara dari pihak Saudi telah menghentikan ofensif kelompok separatis yang didukung UEA, menurut laporan yang diterima CNBC Indonesia.
Tudingan keras oleh pihak Saudi terhadap UEA telah memicu pertarungan di media sosial. Media pemerintah Saudi, Al-Ekhbariya TV, mengatakan bahwa UEA ikut memperkeruh konflik regional dan "berinvestasi dalam kekacauan" di Libya hingga Yaman serta Tanduk Afrika.
Namun, timbal balik dari pihak UEA tidak terdengar. Mereka menyatakan tidak ingin memprovokasi Arab Saudi dan lebih fokus pada penyelesaian konflik di Yaman dengan cara damai. Presiden UEA telah bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mendiskusikan kemitraan pertahanan strategis.
Analisis dari tim keamanan Teluk, Anna Jacobs, menyatakan bahwa ketegangan ini adalah yang terburuk di Teluk dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai bahwa Riyadh sangat menyorot masalahnya dengan kebijakan regional Abu Dhabi dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Sementara itu, analis Soliman Al-Okaily dari pihak Saudi mengatakan ada perasaan yang mendalam di Arab Saudi karena UEA dituduh telah mengkhianati kemitraan strategis dengan Saudi. Pihak Saudi juga menunjukkan langkah balasan dan dapat mengambil tekanan ekonomi terhadap Riyadh.
Meski kemungkinan putus hubungan tidak besar, konflik ini telah meningkatkan ketegangan di antara UEA dan Arab Saudi.
Konflik di Yaman telah menyebabkan ketegangan di antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi. Serangan udara dari pihak Saudi telah menghentikan ofensif kelompok separatis yang didukung UEA, menurut laporan yang diterima CNBC Indonesia.
Tudingan keras oleh pihak Saudi terhadap UEA telah memicu pertarungan di media sosial. Media pemerintah Saudi, Al-Ekhbariya TV, mengatakan bahwa UEA ikut memperkeruh konflik regional dan "berinvestasi dalam kekacauan" di Libya hingga Yaman serta Tanduk Afrika.
Namun, timbal balik dari pihak UEA tidak terdengar. Mereka menyatakan tidak ingin memprovokasi Arab Saudi dan lebih fokus pada penyelesaian konflik di Yaman dengan cara damai. Presiden UEA telah bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mendiskusikan kemitraan pertahanan strategis.
Analisis dari tim keamanan Teluk, Anna Jacobs, menyatakan bahwa ketegangan ini adalah yang terburuk di Teluk dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai bahwa Riyadh sangat menyorot masalahnya dengan kebijakan regional Abu Dhabi dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Sementara itu, analis Soliman Al-Okaily dari pihak Saudi mengatakan ada perasaan yang mendalam di Arab Saudi karena UEA dituduh telah mengkhianati kemitraan strategis dengan Saudi. Pihak Saudi juga menunjukkan langkah balasan dan dapat mengambil tekanan ekonomi terhadap Riyadh.
Meski kemungkinan putus hubungan tidak besar, konflik ini telah meningkatkan ketegangan di antara UEA dan Arab Saudi.