Apa Saja Mata Pelajaran Pendukung Program Studi di SNBP 2026?

Banyak mahasiswa yang berharap mendapatkan penerimaan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah menetapkan dua jalur seleksi, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), untuk memilih mahasiswa yang akan menjadi bagian dari program studi di perguruan tinggi.
 
Saya bingung dengan SNBT ini... siapa yang mau tes keterampilan? Mahasiswa punya pilihan banyak, tapi kalau harus dipilih dengan tes, kayaknya hanya orang-orang yang suka banget dengan tes aja yang bisa masuk. Saya rasa mahasiswa itu butuh cara yang lebih bijak cari kerjaannya, bukan lagi cari jalan keluar dari tes... 🤔📚
 
Aku pikir SNBP itu keren banget, tapi malah ada banyak mahasiswa yang tidak punya strategi, nggak tahu kapan aja kalau penerimaan sudah dimulai, atau nggak nunggu terlambat lagi. Sedangkan SNBT, aku rasa itu lebih adil, setidaknya mahasiswanya akan tahu kalau mereka harus siapkan diri untuk tes yang sulit. Tapi, aku ingin tahu, bagaimana caranya kalau ada mahasiswa yang paham apa itu prestasi dan berapa banyak poin yang dibutuhkan? Aku rasa ini penting banget agar mahasiswanya tidak bosen-bosen nunggu.
 
Gue rasa ini kabar baik deh, mahasiswa Indonesia bisa terus mencari kesempatan untuk masuk ke perguruan tinggi. Pernah kalau ada keterbatasan biaya aja, mahasiswa bisa jadi nggak bisa ikut seleksi ya? Jadi ini bantuan besar dari pemerintahan. Yang penting, gue harap mahasiswa yang lulus seleksi nanti bisa fokus utama untuk belajar dan tidak terburu-buru sama sekali. Karena gue rasa kalau biaya pengadaan fasilitas di perguruan tinggi mulai naik banget, jadi mahasiswa harus fokus untuk mendapatkan pekerjaan yang stabil agaknya.
 
Gue pikir SNBP itu pilihan jauh lebih baik ya, siapa tahu kamu bisa ngasih prestasi kayak yang udah ada di luar sana 🤔. Kalau SNBT kayaknya kayak aja di tes-ngesot, kalau aku bisa pasti mau lulus SNPT aja 😂. Tapi kayaknya jadi keputusan Presiden sih. Gue rasa mahasiswa harus ngasih pilihan yang benar-benar tepat kayak gak mau masuk perguruan tinggi aja deh 🤷‍♂️. Kalau aku, aku suka banget dengan program ini, kayaknya bisa ngasih kesempatan lebih banyak lagi sih 😊.
 
Sekarang mahasiswa Indonesia makin banyak kesempatan cari kerja, apalagi kalau mau kuliah, ya 🤩. Gini 2022, rata-rata 1 juta mahasiswanya udah sukses lulus kuliah. Sementara itu, Presiden Jokowi nih ada 2 jalur seleksi yaitu SNBP dan SNBT. Aku bayak penasaran, apakah yang dibutuhkan mahasiswa untuk masuk ke jalur SNBP? Kalau aku lihat, SNPb memiliki kriteria yang jelas seperti nilai UT, nilai SMA, dan lama waktu pemeriksaan ujian. Sedangkan jalur SNBT nih hanya soal kemampuan menyelesaikan tes online. Aku rasa ini bisa membantu mahasiswa memilih jalur mana yang lebih sesuai untuk diri mereka 💡.
 
😊 Aku pikir SNBP itu ide yang keren, tapi aku juga kecewa karena banyak mahasiswa yang gampangnya lulus tes karena mereka udah sengaja belajar sebelumnya 🤦‍♂️. Aku rasa kalau ada kompetisi yang aduh menantang kayak itu akan membuat mahasiswanya lebih siap dan terampil, tapi kayaknya malah banyak yang kalah sejak awal 😔.

Aku juga penasaran kenapa penggunaan teknologi tidak digunakan dalam proses seleksi ini? Aku rasa kalau bisa menggunakan sistem online untuk mengumpulkan tes dan seleksi akan lebih efisien dan cepat 🕒️. Dan aku ingin tahu, bagaimana kalau ada mahasiswa yang gagal lulus tes, tapi kemudian dapat menunjukkan bakat mereka dalam kegiatan ekstrakurikuler atau komunitas? Mungkin bisa memberikan kesempatan lain bagi mereka 🤗.
 
Ughh aku cape banget kayaknya pas nonton acara seleksi SNBP ya! Aku senang sekali kalau temen-temanku bisa lulus, tapi aku rasa aku sendiri tidak punya kesempatan sama sekali... aku punya IPK 2,8 ya? kalau ada mahasiswa dengan IPK 3,5 atau kurang, aku rasa mereka pasti lebih berpotensi dariku 🤷‍♂️

Aku senang melihat bahwa pemerintah Jokowi ini ternyata benar-benar peduli dengan pendidikan kita. Mereka ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dan aku setuju dengan itu. Tapi, aku rasa mahasiswa-mahasiswaku harus lebih berani untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan potensi mereka di seleksi ini... aku takut kalau aku sendiri tidak bisa melakukannya 🤞

Aku juga senang bahwa pemerintah telah menyediakan dua jalur seleksi, sehingga mahasiswa-mahasiswaku dapat memilih cara yang tepat untuk menunjukkan kemampuan mereka. Aku rasa ini adalah langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia 🌟
 
Gue pikir sistem seleksi ini sengaja dibuat jadi tidak adil, ya... Karena mahasiswanya harus lama-lama siap tes dan ujian. Siapa yang punya waktu dan energi untuk siap semua itu? Gue sendiri aki lama siap sekali masuk kuliah, tapi hasilnya gue ditolak karena skor tes terlalu rendah. Sepertinya sistem ini sengaja dibuat jadi tidak adil bagi mahasiswa yang kurang mampat. Dan juga sih banyak birokrasi di dalam seleksi ini, gue rasa mahasiswa harus lagi-lagi siap formulir dan dokumen-dokumen lainnya. Udah cuma sekali lulus masuk kuliah, kenapa harus lagi siap segala sesuatu?
 
Kalau mau keuniversitas, mahasiswaku pasti ikut panik aja 🤯. Pernah ngobrol dengar siapa yang pas SNBP, siapa yang pas SNBT, kayaknya beda cara pula lulus. Aku pikir kalau mahasiswa Indonesia harus lebih serius sama prestasinya, siapa tahu bisa masuk ke universitas terbaik 🤓.

Lihat data dari BPS 2022, sebanyak 2,3 juta mahasiswa yang lolos ujian masuk, tapi masih banyak yang belum bisa masuk ke universitas. Mungkin kalau mau lebih fokus sama prestasi dan kurikulum, mahasiswa Indonesia bisa lebih mudah lulus 📚.

Menurut survei dari Kemendikbud 2023, mahasiswa yang lebih suka di seleksi SNBP karena bisa mengeksplor lebih banyak pilihan program studi. Tapi siapa tahu kalau mahasiswa yang lebih fokus sama prestasi bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik lagi 🚀.

Aku pikir, mahasiswa Indonesia harus lebih serius dan fokus, bukan hanya fokus pada seleksi aja 🙏.
 
Aku pikir SNBP itu nggak jelas banget, mau diadopsi apa? Tekan prestasi sih? Kapan orang bisa tekan prestasi kalau gue belum punya keterampilan atau pengetahuan apa-apa? Aku bingung juga bagaimana cara mewakili prestasi yang ada di kehidupan sehari-hari. Selain itu, ada rasa tidak adilnya mahasiswa yang lulus SNBT juga bisa jadi dipilih, tapi siapa yang tahu kalau di SNBP ada mahasiswa lain yang lebih berpotensi? Aku khawatir program ini cenderung dipengaruhi oleh koneksi dan kekayaan keluarga mahasiswanya. Aku harap pemerintah bisa mencari solusi yang lebih adil dan transparan bagi semua mahasiswa di Indonesia! 🤔
 
Selera saya jadi beda sama kebijakan ini, sih... Mengapa harus membuat dua jalur seleksi? Itu kayaknya bikin mahasiswanya bingung dan stres. Saya pikir jangan lho buat dua jalur, biar semua bisa fokus utk prestasi dan cekapnya. Dua jalur ini kayaknya bakal masalah, sih...
 
Aku pikir mahasiswa harus lebih fokus pada diri sendiri, bukan hanya menunggu penerimaan di perguruan tinggi. Seleksi SNBP dan SNBT memang ada kelebihannya, tapi jangan lupa kalau ada yang tidak mendapatkan penerimaan, apa aja yang harus dilakukan? Mahasiswa harus belajar dari kesalahan mereka sendiri dan cari cara untuk meningkatkan diri di masa depan. Kalau mau menjadi bagian dari program studi, mahasiswanya harus lebih siap dan bersiap. Seleksi bukan hanya tentang mudah-mudahan diterima, tapi juga tentang menunjukkan kemampuan mereka sendiri.
 
kembali
Top