Apa Itu Ptosis dan Kenapa Dikaitkan dengan Gibran serta Pandji?

Pagi ini kita mulai membicarakan isu yang makin beredar di media sosial, yaitu tentang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan kondisi turunnya kelopak mata yang menyebabkan mata tampak sayu. Istilah medis ini disebut Ptosis.

Sekarang kita tahu apa itu Ptosis? Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika kelopak mata atas terlalu panjang sehingga sebagian atau seluruh mata tertutup. Dalam kasus tertentu, kelopak mata dapat menutupi pupil dan mengganggu bahkan menghambat penglihatan secara signifikan. Kondisi ini dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Hal ini berkaitan dengan pernyataan komika Pandji Pragiwaksono yang membuat candaan tentang penampilan mata Gibran. Candaan tersebut kemudian memicu perbincangan luas di media sosial. Sejumlah pihak menilai candaan itu menyentuh aspek fisik yang bersifat personal.

Tapi, apa yang sebenarnya terjadi dengan kondisi ini? Dokter bedah plastik Tompi menjelaskan bahwa bentuk mata Gibran merupakan kondisi anatomis yang bersifat bawaan sejak lahir. "Ptosis itu otot levator (kelopak mata) kepanjangan turun ke bawah, jadi mata dia tertutup, bukaan matanya tidak maksimal," kata Tompi.

Jadi, apa yang harus kita lakukan ketika kita melihat condisi fisik seseorang? Menurut Tompi, kondisi ini tidak boleh dianggap sebagai hal personal atau menyentuh aspek fisik. Kita seharusnya fokus pada gagasan, kinerja, dan kebijakan yang dia tawarkan.
 
Gak sabar banget kan dengan situasi ini 🤯! Pikir-pikir kita punya pilihan untuk tidak berdiskusi tentang kondisi fisik Gibran, tapi ternyata ada yang berbicara tentang itu di media sosial 😂. Aku rasa kalau kita harus fokus pada apa yang dia lakukan, bukan apa penampilannya 🤓. Kondisi Ptosis itu bisa dialami oleh siapa saja, tapi pentingnya buatnya tidak mempengaruhi pekerjaan dan reputasi seseorang, kan? ⏱️. Aku harap Gibran tetap fokus pada pekerjaannya, bukan di media sosial 📺.
 
Pagi ini kayak gini sih, kalau kita baca media sosial, semua orang langsung ngeliat-ngeliat dengan kondisi mata Gibran. Tapi apa itu Ptosis? Yang paham deh! Ada salah satu dokter bedah plastik yang bilang bahwa bentuk mata Gibran itu normal banget, sama sekali tidak ada yang bawaan sejak lahir yang salah. Jadi, candaan Pandji Pragiwaksono siapa pun bisa dianggap sebagai sinyal kekurangan pengetahuan, ya?
 
😊 Apa yang terjadi dengannya si Gibran? Saya paham betapa sensitif kondisi fisik seseorang bisa membuat orang lain merasa nyaman atau tidak nyaman. Tapi, kita harus ingat bahwa kita tidak tahu semua tentang dirinya. Mungkin dia sudah lama memiliki kondisi ini dan hanya hari ini dia tidak rasa baik. Kita jangan terlalu memikirkan hal yang tidak penting, seperti penampilan mata saja... 🤗
 
Gak bisa jadi komika aja sih, kan? Walaupun candaan itu lucu, tapi kita harus ingat bahwa mata Gibran sekarang sudah tidak seperti dulu, kan? 😂 Ptosis memang bisa mengganggu penglihatan, tapi apa yang penting adalah bagaimana kita menilai seseorang sebagai individu. Kita harus fokus pada apa yang dia lakukan dan bagaimana ia dapat membantu bangsa, bukan sekadar penampilannya. Saya pikir ini kesempatan bagus untuk kita refleksikan tentang cara kita menilai orang lain dan bagaimana kita bisa lebih positif dalam perspektif kita. 🤔
 
Gue pikir konseran orang tuh Gibran ni terlalu serius banget... 😂 Ptosis itu apa? Ah, kelopak mata yang nggak bisa tutup proper deh. Gue lihat foto matanya di Instagram, sayu sekali 😅. Tapi jangan sabar-sabaran aja, ya! Dokter bedah plastik Tompi bilangnya, otot levator panjang-panjang turun ke bawah, jadi mata itu tertutup, bukaan matanya tidak maksimal... Makanya, kita harus fokus pada gagasan, kinerja, dan kebijakan yang dia tawarkan aja, bukan tentang fisiknya 😊. Gue pikir ini semua bisa diatasi dengan cara yang positif, jangan terlalu serius ya! 🤗
 
🤔 Condisi fisik Gibran bukanlah hal untuk dibicarakan secara spesifik, tapi kita harus lihat apa yang dimaksudkannya dalam konteks lain. Jika kita fokus pada gagasan dan kinerjanya sebagai Wakil Presiden, itu bisa jadi dia memiliki kontribusi positif bagi Indonesia. Tapi, apakah kita harus mengabaikan perbincangan yang diawali oleh komika Pandji? Mungkin kita bisa membuatnya lebih santai dengan tidak terlalu memikirkan hal yang tidak penting. Yang penting adalah Gibran memiliki visi untuk Indonesia, dan itu apa yang harus kita fokuskan! 😊
 
Pagi ini adegan Gibran di media sosial memang bikin kita terkejut 🤯, tapi apa yang penting adalah kita jangan mudah tergoda dengan candaan yang tidak perlu 😒. Kita harus lebih fokus pada bagaimana Gibran bisa membantu Indonesia dan menawarkan solusi yang baik bagi rakyatnya. Lihatnya dari sudut pandang itu, kondisi fisik Gibran tidak apa-apa, tapi kebijakannya dan gagasannya pasti yang penting 💡. Kita seharusnya memberikan kesempatan kepada Gibran untuk membuktikan dirinya sebagai wakil presiden yang baik 🤝.
 
kembali
Top